rilis-bumn

Kilang Pertamina Internasional Lifting Perdana Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan dari Minyak Jelantah

Selasa, 12 Agustus 2025 | 19:00 WIB
Produk Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku campuran Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah hasil inovasi Kilang Pertamina Internasional siap digunakan. (Dok. KPI)

Minyak jelantah yang digunakan telah diuji, lalu diproses di Green Refinery Cilacap melalui Unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT) dengan teknologi Co-Processing UCO dan Katalis Merah Putih hasil produksi dalam negeri.

Baca Juga: 18 Persen Pemimpin di Pertamina Group Adalah Perempuan, Menuju 25 Persen sebagai Wujud Pemberdayaan

Produk SAF Pertamina telah memenuhi standar internasional ASTM D1655 dan Def Stan 91-091, menjadikannya SAF pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang bersertifikat resmi.

Tahap awal produksi menargetkan kapasitas 9 metric barrel dengan komposisi 2–3% UCO, diikuti rencana pengiriman 1,7 juta liter SAF menggunakan kapal ke Bandara Soekarno-Hatta.

"Momen pengiriman perdana ini juga menjadi sangat penting karena dilaksanakan dalam momen-momen kita akan merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga: Pertamina EP Tingkatkan Kapasitas Produksi Lapangan Akasia Bagus untuk Mendukung Kemandirian Energi Nasional

"Semangat kemerdekaan yang juga menjadi semangat dan inspirasi bagi kita sebagai bangsa untuk menjadi bangsa yang merdeka dan mandiri energi," ujar Taufik.

Pencapaian ini melanjutkan keberhasilan KPI sebelumnya dalam memproduksi SAF berbahan baku Refined, Bleached, and Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO) yang telah diuji terbang pada 2021 dan 2023, termasuk uji bersama Garuda Indonesia rute Jakarta–Solo PP.

“Inovasi dan ujicoba Pertamina SAF yang dilakukan KPI membuktikan bahan bakar aviasi yang ramah lingkungan dan berbahan nabati bukan lagi konsep.

Baca Juga: Pertamina Perkuat Peta Jalan NZE, Wujudkan Ketahanan dan Keberlanjutan Energi Nasional

"Kami meyakini Pertamina SAF akan menjadi solusi strategis bagi industri penerbangan yang berkelanjutan di masa depan,” kata Taufik.

Pertamina Group mendukung penuh peta jalan pengembangan SAF nasional melalui ekosistem yang melibatkan KPI, Pertamina Patra Niaga, dan Pelita Air Services.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menegaskan bahwa SAF menandai langkah awal bisnis masa depan Pertamina, menjadikannya satu-satunya produsen SAF Co-Processing di ASEAN.

Baca Juga: Edukasi EBT, Pertamina NRE Ajak Generasi Muda Wujudkan Transisi Energi

Pertamina juga berhasil mengolah minyak jelantah hingga 2,5%–3%, melampaui lisensor internasional, dan membangun ekosistem SAF tersertifikasi ISCC dari hulu ke hilir.

Halaman:

Tags

Terkini