rilis-bumn

Pertamina Patra Niaga Pionir Ekosistem Sustainable Aviation Fuel Berbasis Ekonomi Sirkular

Rabu, 13 Agustus 2025 | 16:00 WIB
Pertamina Patra Niaga kembangkan ekosistem SAF dari minyak jelantah berbasis ekonomi sirkular, libatkan masyarakat dan dukung target net zero 2060. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN – Pertamina Patra Niaga memperluas ekosistem penyediaan bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) dengan menerapkan konsep ekonomi sirkular yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Melalui program pengumpulan minyak jelantah yang terintegrasi dengan aplikasi MyPertamina dan penempatannya di lokasi strategis milik Pertamina, perusahaan ini mengajak masyarakat terlibat dalam rantai pasok energi bersih sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra menjelaskan bahwa dalam ekosistem SAF yang dikelola Pertamina, pihaknya memiliki peran dalam penyediaan bahan baku melalui pengumpulan minyak jelantah lewat dua jalur, yaitu jaringan ritel dan kemitraan kolektif atau industri.

Baca Juga: Dari Hulu ke Hilir, Proses Bisnis Berkelanjutan Pertamina Jadi Materi Penting AJP 2025 di Kalimantan

“Melalui jalur ritel, kami mengumpulkan minyak jelantah rumah tangga yang saat ini sudah dilakukan di 10 titik seperti di SPBU."

"Rencana ini akan diperluas dengan menambah 25 titik lagi sehingga masyarakat dapat lebih mudah menyerahkan minyak jelantahnya."

"Sementara untuk jalur kemitraan akan memanfaatkan kolaborasi kemitraan dengan asosiasi. Potensi ini bisa berkembang menjadi gerakan nasional dan membangun peluang ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: TINS Half Marathon 2025: Ribuan Pelari Siap Ramaikan Bangka Belitung

Sejak diluncurkan pada Desember 2024 hingga Juli 2025, program pengumpulan minyak jelantah ini telah berhasil mengajak masyarakat mengumpulkan lebih dari 86 ribu liter minyak jelantah rumah tangga dan melibatkan 2.443 masyarakat di 10 titik di Indonesia.

Saat ini, titik pengumpulan minyak jelantah berada di SPBU COCO MT Haryono, SPBU COCO Kalimalang, RS Pelni, RS Pusat Pertamina, Kantor Pertamina Patra Niaga, SPBU COCO BSD City, SPBU COCO Dago Bandung, SPBU COCO Semarang, Pertamina Coop Mart Plaju, dan Sport Centre Plaju.

Mars Ega juga menyampaikan bahwa ke depan, lembaga penyalur milik Pertamina Patra Niaga dan jaringan entitas lain di Pertamina Group seperti IHC dan Patra Jasa, termasuk program pemberdayaan masyarakat, akan dijadikan titik pengumpulan minyak jelantah.

Baca Juga: Ragam Nasi Kuning dari Indonesia, Warna Boleh Sama tapi Rasa Berbeda-beda

Hal ini akan membangun ekosistem berkelanjutan yang menghubungkan rumah tangga dengan pelaku usaha mikro dan kecil agar ikut menjadi bagian dari penyediaan SAF.

“Pendekatan ini dapat menjadi model penerapan ekonomi sirkular di sektor energi. Minyak jelantah yang biasanya dibuang bisa diubah menjadi bahan bakar penerbangan rendah emisi."

Halaman:

Tags

Terkini