Berdasarkan laporan Statistik Bank Indonesia pada tahun 2023, kontribusi industri asuransi dan dana pensiun terhadap PDB masih sangat terbatas. Kontribusi kedua industri ini hanya pada kisaran 1% dalam enam tahun terakhir. Bahkan pada tahun 2022 menurun menjadi hanya 0.86% yang menjadi proporsi terendah dalam enam tahun terakhir.
Baca Juga: Hutama Karya: Proyek Jalan Tol Padang-Pekanbaru Bergerak Signifikan
Reza menjelaskan, berbagai kajian terbaik dalam Konferensi Nasional tersebut dapat menjadi landasan ilmiah dan rujukan kebijakan untuk meningkatkan kinerja sektor asuransi dan dana pensiun, terutama asuransi dan dana pensiun di Indonesia. Karena datangnya dari berbagai sudut pandang, berbagai kajian tersebut menyorot kedua sektor secara komprehensif, di mulai dari analisis berbasis volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity (VUCA) pada makroekonomi nasional, regional dan global, hingga prospek, peluang, tantangan, serta inovasi digitalisasi yang dapat diterapkan pada sektor asuransi dan dana pensiun.
Sebagai contoh, beberapa kajian yang turut menggambarkan potensi sektor asuransi dan dana pensiun di antaranya terkait Eksplorasi Potensi Industri Perasuransian Nasional Di Era Post Pandemi Covid-19 Dan Era Bonus Demografi; Pengaruh Insurtech Terhadap Model Bisnis Asuransi Di Indonesia; serta kajian mengenai Pentingnya Peran Reasuransi Dan Lembaga Penjamin Simpanan Dalam Penjaminan Polis Asuransi Di Indonesia.
“Sebagai bentuk apresiasi, kami menyelenggarakan awarding nights untuk memilih tiga paper terbaik dari kategori umum dan mahasiswa. Kami mengucapkan terima kasih kepada LPEM FEB UI dan para kontributor yang sudah menyumbangkan pemikirannya untuk kemajuan sektor asuransi dan dana pensiun di Indonesia. Melalui kajian-kajian itu, potensi yang ada di industri asuransi dan dana pensiun kini terbuka untuk dioptimalkan” kata Reza.