Dalam beberapa tahun terakhir, Jasa Marga gencar menyelesaikan sejumlah proyek strategis yang berdampak langsung pada peningkatan konektivitas dan produktivitas nasional.
Baca Juga: Semester I 2025: Kinerja Jasa Marga Tetap Solid, Laba Inti Rp1,9 Triliun
Proyek tersebut antara lain Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, hingga Jalan Tol Akses Patimban.
Transformasi perusahaan juga terlihat dari penguatan layanan berbasis digital.
Implementasi Intelligent Transport System (ITS) yang terintegrasi, konsolidasi data operasional melalui Jasamarga Integrated Digitalmap (JID), serta optimalisasi Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) membuat deteksi dini dan respons operasional semakin cepat.
Baca Juga: Hari Anak Nasional 2025, Jasa Marga Sampaikan Komitmen dan Dedikasi bagi Pendidikan Inklusif
Masyarakat juga dapat mengakses informasi layanan dan kondisi lalu lintas melalui aplikasi Travoy, yang terbukti efektif terutama saat arus puncak mudik Lebaran dan libur akhir tahun.
Tak hanya itu, dalam semarak HUT ke-80 RI, Jasa Marga juga menyelenggarakan acara internal bertajuk Roadster Tujuhbelasan dengan tema “Merdeka dalam Warna, Retro dalam Suasana” pada 15 Agustus 2025.
Kegiatan ini mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan engagement antarunit kerja.
Baca Juga: Jasa Marga Ambil Alih Kendali Penuh PT Jasamarga Jogja Solo Lewat Adendum SHA
Sejak berdiri pada tahun 1978, Jasa Marga telah berkembang menjadi pemimpin infrastruktur jalan tol di Indonesia.
Hingga kini, perusahaan mengoperasikan 1.264 km jalan tol, atau sekitar 43% dari total jalan tol beroperasi di Tanah Air, dengan konsesi mencapai 1.736 km.
Melalui kombinasi inovasi, operational excellence, dan praktik berkelanjutan, Jasa Marga terus berperan aktif dalam mendorong pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.***