Baca Juga: 80 Tahun Kemerdekaan RI, Hutama Karya Hadirkan 22 Rumah Sakit dan 12 Fasilitas Pendidikan
"Dalam membangun jalan tol ini, kami bersama kontraktor pelaksana serta konsultan pengawas dan konsultan pengendali mutu akan memastikan keselamatan keteknikan konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja, keselamatan publik hingga keselamatan lingkungan."
"Kami juga menjaga TKDN dalam proyek ini, sebanyak mungkin menggunakan sumber daya setempat dalam pekerjaan, termasuk penyediaan tenaga kerja, peralatan serta bahan dalam negeri,” ungkap Rivan.
Pada pembangunan Tahap I Probolinggo-Besuki, akan disediakan tiga Gerbang Tol (GT), yakni GT Kraksaan, GT Paiton, serta GT Situbondo Barat. Selain itu, jalan tol ini juga akan memiliki tiga simpang susun, yaitu SS Kraksaan, SS Paiton, dan SS Besuki.
Tol Probolinggo-Banyuwangi secara keseluruhan akan terdiri dari tujuh seksi. Seksi 1 Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 Km, Seksi 2 Kraksaan-Paiton 11,20 Km, Seksi 3 Paiton-Besuki 25,60 Km, Seksi 4 Besuki-Situbondo 42,30 Km, Seksi 5 Situbondo-Asembagus 16,76 Km, Seksi 6 Asembagus-Bajulmati 37,45 Km, serta Seksi 7 Bajulmati-Ketapang sepanjang 29,21 Km.
Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikelola PT JPB.
Dengan adanya tol ini, waktu tempuh Probolinggo hingga Banyuwangi yang biasanya mencapai 5 jam lewat jalur arteri dapat dipangkas menjadi hanya sekitar 2 jam.
Baca Juga: Benarkah Matcha Mengandung Kafein? Ini Faktanya
Tol ini menjadi bagian penutup jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan ujung barat hingga timur pulau Jawa, memperkuat konektivitas sekaligus mempermudah mobilitas barang, jasa, dan masyarakat. ***