Kabar BUMN – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom meresmikan kelulusan 230 peserta Digistar Class Intern batch pertama, sebuah program magang berbasis proyek yang didesain untuk melahirkan talenta digital muda Tanah Air.
Tak hanya menggelar prosesi kelulusan, acara ini juga menjadi momen penting penyambutan bagi 200 peserta batch ketiga, yang berhasil terpilih dari lebih dari 8.700 pendaftar.
Peserta program Digistar Class Intern ini sendiri terdiri dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Baca Juga: HUT ke-80 RI, PT Bukit Asam Ajak Relawan Bakti BUMN Hadirkan Manfaat Bagi Masyarakat
Sementara itu, batch kedua yang diperuntukkan bagi fresh graduate masih berjalan hingga saat ini.
Digistar Class Intern menjadi salah satu langkah nyata Telkom dalam mendorong keberlanjutan (sustainability) pengembangan SDM digital, dengan menghadirkan ekosistem belajar yang menjembatani dunia kampus dan industri.
Mengusung tema “More Than Class, More Than Intern”, program ini menjadi career incubator yang mempersiapkan mahasiswa agar siap kerja, siap berkembang, dan siap memimpin.
Baca Juga: Waspada! Bahaya Tersembunyi di Balik Minyak Goreng yang Dipakai Berkali-kali
Selama enam bulan, peserta batch pertama terlibat dalam 96 proyek nyata di 40 posisi strategis.
Selain pengalaman teknis, mereka juga mendapatkan pembekalan hard skill seperti Artificial Intelligence, Cloud Computing, Cybersecurity, hingga B2B Solution, serta sesi mentoring, career coaching, dan pengembangan diri bersama top talent dan expert TelkomGroup.
“Digistar Class Intern adalah komitmen Telkom untuk menyiapkan generasi digital yang bukan hanya siap kerja, tetapi juga siap berkembang dan memimpin.
Baca Juga: PT Dahana Dorong UMKM Subang Tembus Pasar Nasional dan Global
"Kami percaya, membangun talent pipeline tidak cukup hanya dengan seleksi, tetapi harus disertai pendampingan, pengembangan, dan konektivitas jangka panjang,” ujar Direktur Human Capital Management Telkom Henry Christiadi.
Peserta batch pertama berasal dari 62 perguruan tinggi di 12 provinsi dengan latar belakang multidisiplin.