rilis-bumn

Anjungan Lepas Pantai OOA PHE ONWJ Resmi Berdiri di Utara Jawa Barat

Rabu, 20 Agustus 2025 | 10:30 WIB
PHE ONWJ resmi menuntaskan pemasangan Anjungan OOA di utara Jawa Barat, bagian dari pengembangan Lapangan OO-OX yang ditargetkan berproduksi pada 2026. (Dok. PHE ONWJ)

”Selama kegiatan berlangsung, tantangan utama adalah bagaimana mengeksekusi pekerjaan dengan aman. Namun hal tersebut dapat diatasi berkat perencanaan yang cermat dan kolaborasi kuat dari seluruh tim yang terlibat,” ujar General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama.

Baca Juga: Nawa Majika: Masuk ke Dunia Imersif Baru di Museum Mandiri, Selfie Dijamin Hits!

Project Manager PHE ONWJ Mohamad Abdurrafiq juga mengungkapkan apresiasinya atas pencapaian ini.

”Proyek pengembangan Lapangan OO-OX telah berhasil mencapaian milestone penting dimulai dari desain fabrikasi, instalasi lepas pantai, dan akan dilanjutkan dengan tahapan konstruksi di Onshore Processing Facility (OPF) Balongan,” jelas Abdurrafiq.

Komitmen PHE ONWJ adalah menyelesaikan seluruh rangkaian aktivitas proyek Lapangan OO-OX sesuai target, aman, dan handal. Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Tiga Hari Penyelenggaraan BNI wondrX 2025, Pengunjung Mencapai 80 Ribu Orang, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun

Saat ini, Anjungan OOA berdiri tegak di lepas pantai Jawa Barat dan proyek tengah berlanjut pada tahapan penyambungan serta pemendaman pipa menggunakan Kapal PLB Kalinda.

Persiapan konstruksi di OPF Balongan juga berjalan sebelum masuk ke tahap pengeboran sumur OOA oleh tim drilling.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anjungan OOA merupakan bagian dari pengembangan Lapangan OO-OX yang ditujukan untuk mendukung peningkatan produksi migas nasional.

Baca Juga: Obat-obatan Penting yang Paling Wajib Dibawa Saat Traveling untuk Pertolongan Pertama

Selain pembangunan anjungan, proyek ini juga mencakup pemboran empat sumur pengembangan yaitu OOA-1, OOA-2, OOA-3, dan OOA-4.

Melalui tahapan tersebut, Lapangan OO-OX diperkirakan mampu menghasilkan tambahan produksi sebesar 2.996 barel minyak per hari (BOPD) serta 21,26 juta standar kubik gas per hari (MMSCFD) mulai kuartal pertama 2026. ***

Halaman:

Tags

Terkini