Melalui program Jejak Keberlanjutan #2 di Cilacap, Pertamina memiliki komitmen untuk mewujudkan transisi energi.
Baca Juga: Berkontribusi dalam Mendorong Literasi Keuangan, BNI Raih Dua Penghargaan OJK
Mulai dari pengembangan SAF, pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 2,3 Megawatt peak (MWp) hasil kolaborasi dengan Subholding Pertamina New and Renewable Energy.
Program solar panel ini telah mengurangi emisi 314 ton CO₂eq hingga Juli 2025.
Selain itu, optimalisasi uap panas RFCC yang memanfaatkan limbah energi untuk meningkatkan efisiensi operasional kilang.
Baca Juga: PDC Dukung Dunia Pendidikan Lewat Keterlibatan di Pertamina Energi Negeri 8.0
Selain itu, pengembangan komunitas berbasis masyarakat dalam konservasi mangrove, pemberdayaan bank sampah, hingga pemberdayaan desa energi mandiri.
"Jangan biarkan inovasi hanya berhenti di Cilacap. Masa depan energi Indonesia ditentukan oleh aksi kita hari ini," tutur Agung.
Sebagai simbol komitmen, acara ditutup dengan penanaman 800 mangrove oleh Pertamina Foundation, menandai harmoni antara industri dan lingkungan.
Baca Juga: Desa Golo Mori, Mutiara yang Masih Terpendam di Labuan Bajo, Flores
Program ini dihadiri Komisaris Utama Pertamina Mochammad Iriawan, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono, Direktur Operasi Kilang Pertamina Internasional Didik Bahagia, General Manager RU IV Cilacap Wahyu Sulistyo Wibowo, dan Pertamina Foundation.***