“Mereka terdiri dari pembudidaya ikan, buruh harian lepas, nelayan, ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta anak dan balita kurang gizi,” jelas Edward.
Baca Juga: Telaga Batu, Permata Tersembunyi di Jantung Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Pada bagian hulu terdapat aktivitas budidaya ikan, sementara di hilir Pertamina turut mendorong perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan inovasi produk olahan seperti nugget ikan, kerupuk tulang, kerupuk daging, keripik kulit, stik telur gabus, ikan salai patin-lele, hingga stik akar kelapa ikan patin.
Kepala Dusun Desa Sungai Gerong, Aris Riyadi, menyampaikan apresiasinya atas manfaat program CSR Pertamina bagi masyarakat setempat.
“Pertamina mengangkat desa kami yang dulunya tertinggal untuk mulai bangkit, terutama dalam pelatihan budidaya perikanan yang sebelumnya tidak kami ketahui.” ujar Aris.
Lebih lanjut, program ini juga terhubung dengan layanan kesehatan Posyandu setempat untuk membantu mengatasi gizi buruk melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan MPASI berbasis ikan serta sayuran hidroponik.
Hingga saat ini, telah tercipta 40 produk PMT dan MPASI berbahan dasar ikan.
Kehadiran program “Belida Musi Lestari” diharapkan menjadi teladan keberlanjutan dan kemandirian masyarakat di Sumatera Selatan, serta menginspirasi daerah lain di Indonesia.
Sebagai perusahaan energi yang memimpin transisi menuju energi bersih, Pertamina berkomitmen mendukung target net zero emission 2060.
Program-program yang dijalankan terus diarahkan agar selaras dengan capaian SDGs dan penerapan ESG di seluruh bisnis dan operasinya. ***