Apresiasi juga datang dari Kepala Cabang Dinas ESDM Regional IV Sumatera Selatan, Juhansyah, yang menilai DEB memiliki dampak strategis.
Baca Juga: Tukar Poin Jadi Hadiah! Undi-undi Hepi Spesial Kemerdekaan Masih Bisa Diburu
“DEB Pertamina tidak hanya memberikan kemandirian energi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sejalan dengan target Net Zero Emission 2060,” ujarnya.
Pengembangan DEB di Sumatera Selatan difokuskan pada dua aspek utama:
Penyediaan Energi Terbarukan, melalui standarisasi infrastruktur PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) dan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).
Baca Juga: Makanan yang Wajib Dikonsumsi Sebelum Trekking atau Mendaki Gunung untuk Menghindari Lemas
Pemberdayaan Ekonomi Lokal, dengan optimalisasi sektor kopi, pertanian, perikanan, serta pengembangan ekowisata.
Ketiga desa penerima manfaat DEB kini merasakan dampak nyata program tersebut:
Baca Juga: Kesempatan Magang Desain Grafis dan Media Sosial di Kimia Farma, Buruan Daftar!
1. Desa Singapure, Kabupaten Lahat
Warga desa memperoleh fasilitas PLTS berkapasitas 2,2 kWp yang terhubung ke sekolah, balai desa, BUMDes, dan kantor desa.
Selain itu, PLTMH berkapasitas 10 kWh kini mendukung kebutuhan rumah tangga.
Pertamina juga menambahkan mesin pengolah kopi, dome kopi, kolam ikan, serta bioplok ikan dengan aerator bertenaga surya untuk memperkuat ekonomi lokal.
Baca Juga: PT Timah Dukung Pembangunan Pujasera di Desa Bencah untuk Dorong Ekonomi Warga
2. Desa Rantau Dedap, Kabupaten Muara Enim