Kabar BUMN – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina kembali menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar wilayah operasinya.
Pada 12 Agustus 2025, PEP Tanjung Field mengadakan kegiatan Komunikasi dan Konsultasi mengenai Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Desa Jirak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman serta pendampingan langsung bagi pelaku UMKM mengenai pentingnya legalitas usaha, terutama dalam kepemilikan PIRT dan NIB.
Baca Juga: PT Timah Bantu Bangun Pujasera di Desa Bencah, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Program ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) perusahaan melalui Program Kelompok Usaha Acil Desa Jirak atau Kuas Jirak.
Kegiatan diikuti 15 pelaku UMKM dari Desa Jirak, yaitu UMKM Barokah dan UMKM Sukma Saji.
Field Manager PEP Tanjung Field, Charlie Parmonangan Nainggolan menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen memastikan kegiatan operasi hulu migas dapat turut memperkuat perekonomian, meningkatkan kemandirian masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Baca Juga: Pupuk Indonesia Gelar AKSI 2025 di Banyuwangi, Ratusan Karyawan Terjun Langsung untuk Masyarakat
“Kami percaya bahwa pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan Perusahaan merupakan langkah strategis untuk memastikan efektivitas, dampak positif, dan keberlanjutan program, seperti pada kegiatan komunikasi dan konsultasi pembuatan PIRT dan NIB ini,” jelas Charlie.
Dalam pelaksanaannya, PEP Tanjung Field menggandeng Rumah BUMN Banjarmasin dengan menghadirkan M. Fadhillah Rifki sebagai narasumber.
Rifki memberikan penjelasan tentang manfaat NIB sebagai pintu awal legalitas usaha sekaligus akses menuju berbagai program pemerintah.
Baca Juga: KAI Permudah Pembatalan dan Ubah Jadwal Tiket, Bisa Lewat Aplikasi hingga Loket Stasiun
Ia juga menekankan pentingnya PIRT sebagai jaminan mutu dan keamanan produk, yang menjadi syarat penting untuk menembus pasar modern.
Tidak hanya teori, Rifki juga mendampingi langsung peserta dalam mengisi formulir dan menyiapkan dokumen yang dibutuhkan agar UMKM binaan bisa segera memperoleh izin resmi.
Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka aktif berdiskusi serta menanyakan berbagai hal terkait teknis maupun manfaat jangka panjang dari kepemilikan legalitas usaha.