rilis-bumn

Pertamina Patra Niaga Sulawesi dan Komunitas KALEB Kenalkan Bahasa Isyarat di Sekolah

Minggu, 31 Agustus 2025 | 13:30 WIB
Pertamina Patra Niaga Sulawesi bersama Komunitas KALEB hadirkan edukasi bahasa isyarat di sekolah Bitung untuk wujudkan inklusi dan dukung SDGs. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN - Komunikasi menjadi kunci dalam membangun hubungan yang saling memahami serta menciptakan masyarakat yang inklusif.

Atas dasar itu, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Integrated Terminal (IT) Bitung, bersama Komunitas Tuli Peduli Bitung (KALEB) menghadirkan program edukatif “KALEB GOES TO SCHOOL” dengan tema “Kenal Isyarat, Dunia Lebih Dekat.”

Kegiatan ini digelar di SMP Negeri 02 dan SMA Negeri 02 Bitung dengan melibatkan ratusan siswa dan guru.

Baca Juga: Hotel Paling Futuristik di Dunia, Hati-hati Gagap Teknologi

Melalui metode interaktif yang seru dan inspiratif, peserta diperkenalkan dengan bahasa isyarat dasar sebagai langkah awal menuju lingkungan belajar yang ramah untuk semua.

Materi yang dipelajari mencakup abjad A–Z, sapaan sederhana, serta ekspresi emosi sehari-hari seperti senang, sedih, marah, dan lapar.

Suasana makin meriah dengan adanya permainan edukatif seperti “Tebak Isyarat” dan “Jawab Isyarat” yang membuat proses belajar semakin menyenangkan.

Baca Juga: Stimulus bagi Ekonomi, BNI Sambut Positif Penurunan Suku Bunga BI

Respon positif datang dari siswa maupun guru yang ikut serta. Para guru mengakui pentingnya pemahaman bahasa isyarat sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang kelas yang inklusif.

Dukungan mereka menjadi langkah nyata bahwa perubahan dalam pendidikan bisa dimulai dari para pendidik sebagai teladan utama.

Integrated Terminal Manager Pertamina Patra Niaga IT Bitung, Muhammad Dody Iswanto, menegaskan bahwa bahasa isyarat merupakan simbol empati dan penghormatan terhadap keberagaman.

Baca Juga: BTN Luncurkan Digital Store di Bursa Efek Indonesia, Targetnya 24 di Akhir 2025

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk didengar dan dimengerti. Keberagaman bukan penghalang, melainkan kekayaan yang harus kita rayakan bersama,” ujarnya.

Bagi siswa, pengalaman ini memberi kesan mendalam.

Halaman:

Tags

Terkini