Hal senada disampaikan Alex Tikoft. Dia mengungkapkan bahwa banyak hal positif yang dapat diperoleh kedua negara.
Melalui forum AUSINDO ke-39 ini, Alex mengharapkan pihaknya dapat meningkatan kemitraan yang kuat dengan AirNav Indonesia, khususnya dalam menetapkan arah strategis menuju era baru penerbangan.
”Perubahan yang terjadi di industri penerbangan terjadi sangat cepat. Melalui forum ini, banyak manfaat yang bisa diperoleh kedua negara dan juga industri penerbangan, di antaranya dalam hal efisiensi, keselamatan, penghematan, serta isu lingkungan.
"Jadi, kami benar-benar ingin bekerjasama sangat erat dengan AirNav dan menetapkan arah strategis ke depan,” tegasnya.
Baca Juga: Jasa Marga Percepat Proyek Tol Probolinggo–Banyuwangi, Katalis Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur
Berkaitan dengan itu, Alex menambahkan, tindak lanjut yang akan dilakukan adalah membangun kelompok kerja yang difokuskan pada upaya mengitegrasikan teknologi baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan navigasi udara di kedua negara.
”Harus ada target jangka menengah dan jangka panjang. Melalui kemitraan ini, kita akan terus membina pertumbuhan penerbangan yang sangat penting bagi kemakmuran ekonomi kedua negara kita,” ungkapnya.
Untuk diketahui, forum AUSINDO ke-39 menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, di antaranya pembaruan Letter of Agreement (LoA) yang mengatur prosedur operasional antara Jakarta, Ujung Pandang, Brisbane, dan Melbourne Flight Information Regions (FIRs).
Baca Juga: 4 Taman Warisan Kerajaan Bali yang Kini Menjelma Menjadi Destinasi Wisata Populer
Setio Anggoro menegaskan, kesepakatan ini sejalan dengan transformasi besar AirNav Indonesia, terutama dalam kaitannya melakukan modernisasi Air Traffic Management/Aeronautical Information Management (ATM)/AIM dan Inovasi digital untuk meningkatkan kualitas informasi penerbangan.
Juga, sistem manajemen lalu lintas udara (Air Traffic Flow Management /ATFM System) untuk kelancaran arus lalu lintas udara.
“Pembaruan LoA dan inovasi teknis ini membuktikan keseriusan Indonesia untuk menghadirkan navigasi penerbangan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Transformasi yang sedang berjalan akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam jaringan udara Asia-Pasifik, ,” pungkasnya.***