“Ke depan, IFPRO akan membangun Hotel Midtier, Commercial Extension, Social Club, dan Dermaga Marina berkapasitas 136 berth.
Baca Juga: Rute Kereta Terbaik di Vietnam, Jarak Pendek pun Pemandangannya Memuaskan
"Semua pengembangan ini kami rancang untuk menghadirkan kawasan terpadu kelas dunia, sejalan dengan visi pemerintah menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas,” ungkapnya.
Selain membangun infrastruktur, ASDP menempatkan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai fokus utama.
UMKM mendapatkan ruang strategis di Plaza Marina untuk memasarkan produk unggulan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Baca Juga: Borobudur Hadirkan Liburan Meditasi, Usada Tapa Brata 1 Buka Jalan Menuju Kedamaian dan Kesehatan
IFPRO juga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk mengelola Kawasan Kuliner Kampung Ujung, destinasi favorit wisata kuliner yang menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Kehadiran BHC dan Marina Labuan Bajo telah memberikan multiplier effect nyata bagi masyarakat sekitar.
Ribuan lapangan kerja baru tercipta di sektor jasa, perdagangan, perhotelan, dan ekonomi kreatif, sementara UMKM memperoleh panggung yang lebih luas untuk memperkenalkan produk khas daerah.
Baca Juga: Perluas Kerja Sama, AirNav dan ASA Australia Fokus pada Navigasi Lintas Ruang Udara
Sektor pariwisata kian menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pergerakan wisatawan nusantara pada 2024 mencapai lebih dari 770 juta perjalanan, dengan kontribusi signifikan terhadap PDB.
Kehadiran kawasan waterfront ASDP diharapkan mampu menangkap peluang tersebut sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di berbagai daerah.
Baca Juga: Lebih Lambat dari Transportasi Lain, Tapi Rutenya Lebih Indah, Ini Panduan Naik Kereta di Vietnam
“Dengan pengembangan waterfront, ASDP ingin memastikan bahwa setiap pelabuhan menjadi motor penggerak ekonomi daerah—melalui pariwisata, lapangan kerja, maupun pemberdayaan UMKM.