Selain itu, dibahas juga strategi penguatan ekosistem komersial bersama PT Jasamarga Related Business (JMRB), termasuk penataan tenant, aktivasi UMKM lokal, serta digitalisasi layanan agar rest area berfungsi tidak hanya sebagai titik istirahat, tetapi juga sebagai pusat ekonomi mikro yang menopang masyarakat sekitar.
Baca Juga: Internship Telkom Indonesia: Kesempatan Magang Finance Support GBD 2025
Perjalanan berlanjut ke Kantor PT Jasamarga Ngawi Kertosono (JNK) untuk menyelaraskan strategi operasi dan bisnis di koridor timur Trans Jawa.
Rangkaian kunjungan diakhiri di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 726A Surabaya, yang mengusung konsep layanan terpadu (Tempat Istirahat Terpadu) sebagai pengungkit utama peningkatan pendapatan non-tol dengan tetap mengedepankan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
“Konektivitas yang andal pada koridor Trans Jawa bukan hanya memempersingkat jarak, kami memastikan ruas, gerbang, dan rest area memberikan pengalaman berkendara yang aman, nyaman, dan konsisten.
"Bersamaan dengan itu, kami mengakselerasi kolaborasi bisnis agar rest area makin hidup, produktif, dan memberi nilai tambah bagi pengguna serta mitra.
"Di koridor Trans Jawa, langkah-langkah ini penting untuk menjaga perjalanan dan daya saing layanan,” tambah Rivan.
Sebagai langkah strategis menuju keberlanjutan bisnis jangka panjang, Jasa Marga melalui PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) telah melakukan konsolidasi tiga ruas tol, yakni Tol Batang–Semarang, Tol Solo–Ngawi, serta Tol Ngawi–Kertosono–Kediri sejak Juli 2023.
Baca Juga: PHR Dukung Desa Balai Pungut Jadi Destinasi Wisata Sungai Unggulan
Upaya ini terbukti efektif dalam mengoptimalkan portofolio bisnis sekaligus meningkatkan kinerja keuangan perseroan.
Jalan Tol Trans Jawa sendiri merupakan jalur vital dengan volume lalu lintas yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.
Perannya sangat penting terutama pada periode libur panjang seperti Lebaran dan Natal-Tahun Baru.
Baca Juga: Mobilitas Tanpa Hambatan, Ini Jadwal DAMRI JR Connexion 1–4 September 2025
Kehadiran jalan tol ini memberikan multiplier effect luas, mulai dari kelancaran distribusi barang dan jasa, pengembangan kawasan strategis seperti bandara, pelabuhan, kawasan industri, dan pariwisata, hingga peningkatan konektivitas di Pulau Jawa.