Proyek ini diyakini akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat di sejumlah kabupaten.
Baca Juga: Pantai Tanjung Ringgit Viral, Tebing Menawan yang Bisa Dinikmati Meski Aksesnya Sulit
“Rehabilitasi ini bukan sekadar perbaikan infrastruktur, tetapi investasi strategis untuk masa depan ketahanan pangan Indonesia."
"Dengan kondisi jaringan irigasi yang lebih baik, petani dapat mengoptimalkan intensitas tanam dan meningkatkan produktivitas lahan mereka,” tambah Adjib.
Dalam pengerjaannya, Hutama Karya berkomitmen menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dan memanfaatkan teknologi konstruksi terkini agar pekerjaan sesuai standar kualitas dan selesai tepat waktu.
Baca Juga: Diversifikasi Bisnis, Bukit Asam Siap Komersialisasikan Kalium Lumat Merek BA Grow
Selain itu, perusahaan juga menargetkan minimal 80% tenaga kerja yang terserap berasal dari masyarakat sekitar, sebagai upaya mendukung pemberdayaan ekonomi lokal.
Agar kegiatan pertanian tidak terganggu selama pelaksanaan proyek, Hutama Karya menyiapkan metode kerja adaptif dengan melakukan koordinasi intensif bersama petani, perangkat desa, dan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Mendukung Visi Asta Cita
Baca Juga: Di Jogja, Dinosaurus Bisa Dinaiki! Wahana Seru Hanya Rp10 Ribu, Pas untuk Liburan Keluarga
Seluruh proyek rehabilitasi irigasi ini merupakan wujud implementasi Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2025.
Tujuannya ialah meningkatkan produktivitas pertanian serta mempercepat tercapainya swasembada pangan sebagaimana tertuang dalam Asta Cita poin 2. Kegiatan ini didanai sepenuhnya melalui APBN 2025.
“Oleh kakarena itu kami akan menggarap proyek ini dengan sungguh-sungguh agar dampak positif peningkatan produktivitas pertanian nasional serta kesejahteraan petani di enam wilayah tersebut dapat segera terealisasi,” tutup Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya. ***