Kabar BUMN - Perjalanan bisnis Ibu Kamida Boru Simanjuntak dimulai dari rumah sederhana di Jalan Teratai No. 21, Sarirejo, Medan.
Bersama sang suami, ia merintis toko kecil bernama “Toko Grace” yang menjual sepatu dan tas.
Harapan awalnya sederhana, agar usaha itu mampu bertahan, memenuhi kebutuhan keluarga, sekaligus tetap melayani pelanggan yang datang.
Baca Juga: 4 Rute Pilihan untuk Touring Sepeda di Bali, Semuanya Sudah Pasti Indah
Rutinitas Ibu Kamida selalu dipenuhi aktivitas. Setiap pagi ia memeriksa stok barang sebelum toko dibuka, siang harinya sibuk melayani pembeli, dan malam digunakan untuk menghitung hasil penjualan.
Semua ia jalani sendiri atau bersama keluarga, hingga dari situ ia belajar arti disiplin, ketekunan, dan keberanian dalam menghadapi ketidakpastian.
Namun, bertambahnya pelanggan dan meningkatnya permintaan membuat tantangan baru muncul.
Baca Juga: Informasi Penting! KAI Perbarui Nomor WhatsApp Contact Center KAI121 untuk Tingkatkan Layanan
Modal semakin dibutuhkan, sementara pencatatan manual dan keuangan yang bercampur dengan kebutuhan rumah tangga tidak lagi efektif.
“Dulu bingung sendiri, mana uang pribadi, mana uang usaha. Jadi susah melihat mana yang benar-benar untung,” ceritanya di Medan, Kamis (4/9).
Titik balik terjadi ketika ia menjadi nasabah Bank Mandiri.
Baca Juga: Hutama Karya Garap Enam Proyek Rehabilitasi Irigasi untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Setelah membuka tabungan pada 2007, pengelolaan keuangannya semakin teratur.
Dengan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR), modal usaha bertambah sehingga stok barang juga meningkat.