“PalmCo Business Cockpit adalah contoh nyata digitalisasi perkebunan.
Baca Juga: Bisa Ditiru untuk Stok Makanan Darurat, Ini Ragam Banchan Khas Korea Selatan
"Dengan sistem ini, manajemen bisa mengambil keputusan lebih cepat, akurat, dan transparan,” jelas Bambang.
Melalui platform ini, data terkait produksi dan produktivitas TBS, CPO, hingga penjualan dapat dipantau secara real time.
Aspek perawatan, pemanenan, dan pendapatan di tiap regional juga terintegrasi dalam satu dashboard, sekaligus memperkuat pengawasan operasional dan menjaga ketahanan aset perusahaan.
Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional 2025, Jasa Marga Perkuat Layanan Digital dan Apresiasi Pengguna Jalan Tol
Tujuan berikutnya membawa para akademisi ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Pagar.
Di sana, mereka menyaksikan secara detail bagaimana TBS diolah menjadi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dengan standar industri, termasuk sistem pengendalian mutu dan efisiensi energi yang diterapkan perusahaan.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Riau, Ahmad Rifai, mengaku terkesan dengan perubahan besar yang dilakukan PTPN IV Regional III.
Baca Juga: Pertamina Drilling Catat Temuan Penting, Sumur BNG-069 Hasilkan Minyak dan Gas Secara Natural
“Kalau boleh saya sampaikan, dulu kondisinya sangat berbeda.
"Kini, kami menyaksikan perubahan drastis, terutama pada aspek digitalisasi, efisiensi, dan pemanfaatan energi terbarukan.
"Ini adalah lompatan besar,” kata Rifai.
Baca Juga: Pameran NYALA di Galnas Gratis! Tiket Masuk Minggu Terakhir untuk Pelajar, Disabilitas & KIP/KJP
Salah satu yang paling menarik perhatian, lanjutnya, adalah instalasi Pembangkit Tenaga Biogas (PTBG) PKS Sei Pagar.