“Budidaya ikan nila salin diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja. Maka akan mendorong kesejahteraan masyarakat serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.
Baca Juga: Keindahan Pantai Eksotis Berpenghuni Lumba-Lumba, Primadona Wisata di Aceh
Budidaya ini, lanjut dia, mampu mengurangi dampak terhadap lingkungan. Hal itu karena, ikan nila salin memanfaatkan daerah berair payau dan mempunyai Feed Conversion Ratio (FCR) lebih rendah, sehingga mengurangi beban ekosistem lokal.
“Sebagai BUMN Konstruksi yang berpengalaman lebih dari 64 tahun membangun berbagai infrastruktur di Tanah Air, Waskita Karya terus berinovasi dalam mengerjakan proyek, termasuk pada pembangunan budidaya ini. Salah satunya dengan menggunakan geomembran sebagai dasar kolam budidaya,” tutur Ermy.
Penggunaan geomembran bertujuan untuk menciptakan lingkungan kedap air yang stabil, menjaga kualitas air, dan meminimalisir kontaminasi tanah.
Baca Juga: Produksi PHR Zona 4 Tembus 30 Ribu Barel per Hari, Jadi Rekor Tertinggi
Material ini turut mencegah kebocoran, mengurangi risiko luka pada ikan, memudahkan pembersihan, mengontrol suhu air, serta membuat ikan lebih segar dan tidak bau
tanah.
Ke depannya, tegas Ermy, Perseroan akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pembangunan berbagai sarana dan prasarana.
"Waskita percaya, semakin banyak infrastruktur yang terbangun, maka semakin cepat pula pemerataan ekonomi di Indonesia bisa tercapai,” katanya.***