rilis-bumn

InJourney Hospitality Raih TOP GRC Awards 2025, Bukti Komitmen Tata Kelola dan Keberlanjutan

Selasa, 9 September 2025 | 15:45 WIB
PT Hotel Indonesia Natour atau InJourney Hospitality meraih dua penghargaan di ajang bergengsi TOP GRC Awards 2025. (Dok. HIN)

Baca Juga: Kontrak Segar untuk Waskita Karya, Rp238,86 Miliar Digelontorkan untuk Budidaya Ikan Nila Salin

Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menyampaikan, “Penghargaan ini merupakan wujud komitmen kami dalam membangun tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko yang kuat, serta kepatuhan yang terintegrasi, sehingga perusahaan mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus meningkatkan daya saing global.

"Kami optimis, Implementasi GRC yang baik akan mendorong efisiensi, memperkecil potensi risiko, serta menciptakan lingkungan bisnis yang sehat dan berintegritas yang berkontribusi terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan.”

Ia menambahkan, “Sebagai bagian dari ekosistem InJourney, InJourney Hospitality memiliki tanggung jawab besar dalam membangun ekosistem pariwisata yang tidak hanya berdaya saing tinggi, tetapi juga mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.”

Baca Juga: PDC Meraih Bintang 5 di Ajang TOP GRC Awards 2025, Hasil Konsistensi Mempraktikkan GRC yang Baik

Dengan pencapaian ini, PT Hotel Indonesia Natour menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan agar memberi nilai tambah bagi perusahaan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Tahun ini, TOP GRC Awards diikuti oleh 134 perusahaan yang menjalani proses penilaian lengkap, termasuk wawancara dengan Dewan Juri.

Ketua Dewan Juri TOP GRC Awards 2025, Dr. Antonius Alijoyo, menyampaikan, “Dengan GRC, kita tidak hanya mampu mengelola risiko dan ancaman secara efektif, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang yang ada untuk menciptakan nilai tambah (creating value) yang berkelanjutan, bagi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: 5 Spot Foto Paling Hits di Pictniq Gunungkidul, Seolah Keliling Dunia Sekejap

"Praktisi GRC dituntut tidak hanya memiliki kompetensi dalam pengambilan keputusan yang tepat dan cerdas (smart decision making), namun juga keputusan yang bermoral, berintegritas, dan bertanggung jawab.

"Karena sesungguhnya, setiap keputusan yang diambil tidak hanya berdampak pada organisasi internal, tetapi juga membawa konsekuensi sosial, lingkungan, dan reputasi secara eksternal.

"Disinilah pentingnya integrity dan ethical governance agar smart decision kita bisa menjadi wise decision.”

Baca Juga: AirNav Indonesia Sukses Ukir Capaian, Lima Bintang GRC Jadi Pengakuan Bergengsi

Lebih lanjut, Lutfi mengungkapkan, “Kriteria dan pertimbangan penilaian TOP GRC Awards 2025 adalah Proses GRC (bobot 80 persen) yang terdiri atas Kelengkapan sistem dan infrastruktur GRC, Implementasi GRC, Inovasi Teknologi Digital untuk mendukung operasional bisnis dan GRC, serta Implementasi GRC dan dukungannya terhadap ketahanan dan kelincahan bisnis perusahaan.

"Selain itu juga Output berupa Kinerja Bisnis (bobot 20 persen). Ketiga adalah pertimbangan dalam penilaian seperti skala bisnis (size of business) dan kompleksitas bisnisnya.”

Halaman:

Tags

Terkini