Kabar BUMN – Hampir semua kegiatan bisnis kini sangat bergantung pada kestabilan jaringan. Dari komunikasi internal, pengelolaan data, hingga layanan kepada konsumen, semua membutuhkan sistem jaringan yang andal.
Namun, bagi perusahaan berskala menengah hingga besar, pengelolaan jaringan bukanlah hal sederhana.
Menjawab kebutuhan ini, Netmonk sebagai salah satu produk digital unggulan dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan layanan Netmonk on-Premise untuk mendeteksi anomali secara real-time.
Baca Juga: Modal Rp3 Ribu Bisa Menikmati View Ala New Zealand di Kawah Wurung, Bondowoso
Dengan begitu, tim perusahaan dapat bertindak lebih proaktif, bukan sekadar reaktif, dalam menjaga kestabilan jaringan.
Manfaat yang diperoleh mencakup efisiensi waktu, menekan risiko downtime, meningkatkan keandalan layanan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang presisi.
Seiring bertambahnya skala perusahaan, semakin rumit pula sistem jaringannya. Jumlah perangkat yang dipantau meningkat, lalu lintas data semakin padat, dan potensi gangguan pun ikut bertambah.
Baca Juga: Khusus Bulan September 2025, Beli Tiket KAI Cuma Bayar 80% dari Harga Asli
Meski demikian, masih banyak perusahaan yang mengandalkan pemantauan jaringan secara manual.
Cara ini membuat tim IT harus memeriksa perangkat satu per satu, mencatat data secara manual, dan biasanya hanya bertindak setelah gangguan benar-benar terjadi.
Namun, metode manual ini menyimpan banyak kelemahan. Proses pemantauan berjalan lambat, tidak efisien, dan rawan kesalahan manusia.
Baca Juga: Ulang Tahun ke-56, Elnusa Hadirkan Harapan Baru Lewat Program Pengelolaan Sampah di Desa Mundu
Misalnya, kesalahan pencatatan, kelalaian melihat anomali, atau keterlambatan merespons notifikasi bisa berimbas besar pada kelancaran operasional.
Lebih dari itu, pendekatan manual juga tidak mampu menampilkan kondisi jaringan secara real-time, padahal kecepatan respons sangat penting saat terjadi gangguan.