Dari sisi finansial, perusahaan pelat merah ini tetap mampu menjaga kinerja positif meski menghadapi tekanan dari turunnya harga minyak mentah, solar, serta kurs Dolar AS dibandingkan periode 2024.
Baca Juga: PT Timah Dukung Kesejahteraan Nelayan, Salurkan Bantuan ke Koperasi Tanjung Gunung Sejahtera
Simon menyampaikan, hingga Juli 2025 Pertamina membukukan pendapatan sebesar US$ 40,9 miliar atau sekitar Rp 672 triliun, dengan EBITDA US$ 6,2 miliar setara Rp 102,8 triliun.
“Pertamina mampu mempertahankan kinerja keuangan dan operasional yang handal melalui berbagai upaya dan respon strategis,” tambahnya.***