Kabar BUMN - Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), semakin memperkuat komitmen dalam transisi energi dengan mengembangkan Pilot Plant Green Hydrogen di Ulubelu, Lampung.
Proyek ini bukan hanya menjadi terobosan energi bersih berbasis panas bumi, tetapi juga memberi dampak nyata berupa penciptaan lapangan kerja, peluang investasi, serta pengurangan emisi karbon.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa pembangunan Pilot Plant Green Hydrogen Ulubelu didukung investasi signifikan dan melibatkan tenaga kerja lintas sektor.
Baca Juga: Tips Bertahan di Perantauan untuk Anak Kost yang Sering Rindu Rumah
“Pilot Plant ini merupakan wujud bagaimana energi bersih membuka peluang baru.
"Selain mendukung target Net Zero Emission 2060, proyek ini juga menghadirkan multiplier effect berupa penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” jelas Fadjar.
Selama masa konstruksi, proyek ini menyerap ratusan tenaga kerja.
Baca Juga: Barang Apa Saja yang Tidak Bisa Dibawa ke KRL? Simak Aturannya
“Keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi bagian dari strategi Pertamina untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar wilayah operasi,” ungkap Fadjar.
Dari sisi lingkungan, Green Hydrogen Ulubelu menjadi langkah penting dalam agenda dekarbonisasi sektor energi nasional.
Perbandingannya cukup signifikan: produksi grey hydrogen berbasis Steam Methane Reforming (SMR) menghasilkan emisi 12–14 kg CO₂ per kg H₂, sedangkan green hydrogen berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) hanya sekitar 2 kg CO₂ per kg H₂.
Baca Juga: PT Timah Dukung Kesejahteraan Nelayan, Salurkan Bantuan ke Koperasi Tanjung Gunung Sejahtera
“Pertamina tidak hanya fokus pada penyediaan energi bersih, tetapi juga memastikan setiap langkah transisi energi berdampak pada masyarakat, membuka lapangan kerja baru, dan mengurangi emisi karbon.
"Green Hydrogen Ulubelu adalah tonggak penting menuju Indonesia hijau dan berkelanjutan,” ujar Fadjar.