Dari sisi investasi, total belanja modal (CAPEX) pembangunan Pilot Plant Green Hydrogen Ulubelu mencapai US$ 3 juta.
Baca Juga: AdMedika Tekankan Peran Inovasi Digital dalam Arah Baru Transformasi Kesehatan
Dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan teknologi electrolyzer berbasis Anion Exchange Membrane (AEM), pembangunan infrastruktur pendukung, serta kerja sama dengan berbagai vendor teknologi energi hijau.
Peresmian groundbreaking proyek ini berlangsung pada 9 September 2025 di Ulubelu, Lampung.
Pertamina menekankan bahwa Green Hydrogen Ulubelu bukan sekadar proyek energi, melainkan juga motor penggerak ekosistem ekonomi baru yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Intip Kesempatan Magang Human Capital di Bank Mandiri untuk Mahasiswa dan Fresh Graduate
Kehadiran proyek ini diharapkan meningkatkan keterampilan masyarakat, menghadirkan peluang kerja, sekaligus memperkuat optimisme bahwa transisi energi dapat tercapai dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari perubahan.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Julfi Hadi, menilai Pilot Project Green Hydrogen ini sebagai langkah strategis PGE menuju beyond electricity.
“Proyek ini menjadi bagian penting dari upaya PGE membangun ekosistem green hydrogen secara end-to-end, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemanfaatannya untuk mendukung transisi menuju industri rendah karbon.
Baca Juga: Merapat! Warga Bandung Raya Bisa Nikmati Golden Ticket Trans Studio, Hemat Hingga 64%!
"Fasilitas ini tidak hanya sebagai pusat inovasi, tetapi juga model yang bisa direplikasi di wilayah kerja panas bumi lainnya, sekaligus membuka peluang percepatan off-grid solution untuk transportasi dan industri rendah karbon.
"Ke depan, peta jalan pengembangan PGE juga mencakup hilirisasi green ammonia dan green methanol sebagai solusi energi masa depan,” jelasnya.***