rilis-bumn

Dari Limbah Jadi Berkah, Warga Binaan Nusakambangan Sulap FABA PLN Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Jumat, 12 September 2025 | 10:30 WIB
Para warga binaan Lapas Nusakambangan menyaring FABA sebelum dimasukkan ke dalam mesin press untuk diolah menjadi produk konstruksi bernilai ekonomi di Workshop FABA PLN, Nusakambangan. (Dok. PLN)

Kabar BUMN - Di balik tembok kokoh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, sebuah harapan baru tumbuh bagi warga binaan yang selama ini hidup di balik jeruji besi.

Melalui Program Nusakambangan Berdaya, para narapidana kini terampil mengolah limbah pembakaran batu bara atau fly ash bottom ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala menjadi produk bernilai jual seperti batako, paving block, roaster, hingga buis beton.

Hasanudin, warga binaan Lapas Terbuka Nusakambangan, menceritakan bagaimana dirinya bisa bergabung dengan program inisiasi PLN dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) ini.

Baca Juga: KAI Group Layani 328 Juta Pelanggan, Peningkatan Terjadi di Seluruh Layanan

Ia mengaku sangat antusias saat pertama kali mendengar tawaran tersebut.

"Awalnya, kami ditawari oleh Lapas, siapa saja yang mau ikut pelatihan. Saya tertarik, akhirnya mendaftar.

"Kemudian kami mengikuti pelatihan selama kurang lebih satu bulan, mulai dari nol sampai bisa menjalankan mesin press batako ini," ujar Hasanudin sumringah.

Baca Juga: PT MUM Kembali Buka Loker Account Officer, Syarat Pendidikan SMA Sederajat

Cerita serupa datang dari Rizal, warga binaan Lapas Nirbaya Nusakambangan, yang kini dipercaya menjadi salah satu operator mesin press.

Ia merasa bersyukur dapat mengikuti program ini dan ingin memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin.

"Saya bersyukur bisa mengikuti program ini.

Baca Juga: 5 Kuliner Sumatra Barat yang Terbuat dari Beras Ketan, Hampir Semuanya Kudapan atau Camilan

"Mudah-mudahan ilmu yang saya dapatkan bisa bermanfaat, menjadi bekal saya untuk mandiri saat kembali ke masyarakat," ucap Rizal.

Bagi Danang Fitriansyah, sesama warga binaan Lapas Nirbaya, program ini menjadi titik balik.

Halaman:

Tags

Terkini