Ia mengaku awalnya tak memiliki keterampilan, namun kini sudah mampu memproduksi batako secara mandiri.
Baca Juga: Sebulan Beroperasi, Trayek Baru DAMRI Samarinda–Melak Layani Ribuan Penumpang
“Sebelumnya saya tidak mengerti sama sekali.
"Setelah ada pembinaan dan pembelajaran, ilmu dan keterampilan saya bertambah.
"Terima kasih kepada Bapak Menteri IMIPAS dan PLN atas kesempatan ini,” ungkap Danang penuh rasa syukur.
Kepala Lapas Khusus Kelas II A Karanganyar Nusakambangan, Riko Purnama Candra, menegaskan bahwa program yang dijalankan PLN tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membangkitkan rasa percaya diri warga binaan.
"Kita sudah melakukan pelatihan yang kita berikan kepada warga binaan sebanyak 30 orang untuk saat ini dan itu dilatih oleh pihak PLN.
"Alhamdulillah para warga binaan kami cepat sekali menangkap, antusias, dan bersemangat karena ini hal yang baru dan bisa menimbulkan rasa percaya diri nanti pada saat kembali ke masyarakat," ucap Riko.
Baca Juga: Untuk Memaksimalkan Pengalaman Pertama Bike Tour, Ini Yang Perlu Dipersiapkan Pemula
Ia pun berharap program ini bisa terus berlanjut.
"Harapan kami kegiatan ini bisa berjalan secara berkesinambungan, sehingga mereka bisa produktif dan bisa menghasilkan, memiliki keterampilan, dan kemampuan-kemampuan untuk bisa hidup secara mandiri sebagai nanti bekal pada saat kembali pulang ke keluarga," tambahnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan bahwa pemanfaatan FABA menjadi produk bernilai tambah merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Baca Juga: Len Industri dan Telkomsat Tandatangani MoU, Perkuat Sinergi Satelit dan Pertahanan Nasional
Menurutnya, program ini tidak hanya mendukung industri konstruksi, tetapi juga membuka jalan kemandirian ekonomi bagi warga binaan.