rilis-bumn

World Patient Safety Day, IHC Dorong Optimalisasi Keselamatan Pasien Lewat Deteksi Dini dan Komunikasi Efektif

Jumat, 12 September 2025 | 11:00 WIB
Tepat di hari peringatan World Patient Safety Day, IHC menekankan pentingnya deteksi dini dan komunikasi efektif untuk keselamatan pasien. (Dok. IHC)

Kabar BUMN - Keselamatan pasien terus menjadi agenda global yang mendapat perhatian serius, termasuk di Indonesia.

Menyadari pentingnya isu tersebut, PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) menggelar webinar dalam rangka peringatan World Patient Safety Day 2025 dengan tema “Optimasi Patient Safety melalui Pediatric Early Warning System dan Komunikasi Efektif SBAR-TBaK”.

Acara ini menghadirkan dua narasumber dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), yakni dr. Tuty Rahayu, Sp.A, Subsp.ETIA, serta dr. Erwinsyah Hasyim Harahap, Sp.OG, Subsp. Obgyn Sos.

Baca Juga: Dari Limbah Jadi Berkah, Warga Binaan Nusakambangan Sulap FABA PLN Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Dalam pemaparannya, dr. Tuty Rahayu menekankan pentingnya deteksi dini melalui Pediatric Early Warning System (PEWS) atau dikenal juga dengan Skor Deteksi Awal Gawat Anak (SADEWA).

Sistem ini memungkinkan tenaga kesehatan mengenali tanda-tanda perburukan kondisi pasien anak sejak awal, sehingga intervensi medis dapat diberikan tepat waktu.

“Penelitian menunjukkan bahwa pasien anak sebenarnya sudah memberikan sinyal perburukan 24 jam sebelum kondisi kritis terjadi.

Baca Juga: Cuma 10 Ribu Bisa Wisata ke 7 Air Terjun Sekaligus di Curug Bibijilan, Sukabumi

"Dengan sistem Sadewa/PEWS, rumah sakit dapat mencegah keterlambatan penanganan yang berisiko meningkatkan angka rawat intensif, lama perawatan, biaya, hingga risiko kematian,” jelas dr. Tuty.

Selain itu, dr. Tuty juga memperkenalkan Segitiga Asesmen Gawat Anak (SAGA) sebagai sistem triase cepat untuk menilai kondisi kritis anak.

Dengan kombinasi SAGA dan Sadewa/PEWS, tenaga medis dapat segera menentukan apakah pasien cukup dirawat di ruang perawatan biasa atau harus segera ditangani di ruang intensif (PICU).

Baca Juga: KAI Group Layani 328 Juta Pelanggan, Peningkatan Terjadi di Seluruh Layanan

Sementara itu, dr. Erwinsyah Hasyim Harahap menyoroti aspek komunikasi sebagai elemen vital dalam menjaga keselamatan pasien.

Ia menjelaskan standar komunikasi efektif dengan metode SBAR-TBaK (Situation, Background, Assessment, Recommendation – Tulis, Baca ulang, Konfirmasi) yang sudah diterapkan di berbagai rumah sakit.

Halaman:

Tags

Terkini