Program tersebut mencakup edukasi kesehatan, pemeriksaan medis, serta bantuan nutrisi bagi ibu hamil dan balita sebagai upaya menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gizi.
Di ranah sosial, Sulthani menambahkan Pertagas mendukung pembangunan rumah ibadah dengan membangun tempat wudhu dan toilet di Masjid An-Nur, Kelurahan Mekarsari, Dumai Selatan.
Fasilitas tersebut dibuat secara gotong royong dan memberi kenyamanan jamaah saat beribadah, sekaligus mempererat hubungan perusahaan dengan warga sekitar.
Setiap Hari Kurban, Pertagas juga menyalurkan hewan kurban serta memberikan santunan kepada anak yatim di sekitar wilayah operasi.
Di bidang lingkungan, Pertagas menggandeng Suku Sakai Bekalar dalam menanam 1.000 pohon di Hutan Adat Kesumbo Ampai, Bengkalis.
Penanaman dilakukan bertahap bersama masyarakat adat yang selama ini menjaga hutan sebagai identitas dan sumber penghidupan.
“Program ini tidak hanya berkontribusi terhadap penghijauan dan pengurangan emisi karbon, tetapi juga memperkuat Asta Cita kedelapan yang menekankan harmoni kehidupan dengan lingkungan, alam, budaya, serta toleransi antarumat beragama,” jelas Sulthani.
Rangkaian program TJSL yang berkesinambungan tersebut mengantarkan Pertagas meraih penghargaan The Best Gas Company in CSR for Society, Environment, and Economic Growth 2025.
Sepanjang 2025, program TJSL Pertagas telah menjangkau lebih dari 496 ribu penerima manfaat, mulai dari masyarakat adat, komunitas ibu dan anak, hingga kelompok lokal yang tinggal di sekitar area operasi.
Pertagas ORA sendiri memiliki jaringan pipa sepanjang 343 kilometer yang menyalurkan minyak bumi melewati lima kabupaten di Riau, yakni Bengkalis, Dumai, Kampar, Siak, dan Rokan Hilir.
Baca Juga: Seperti Namanya, Pantai Tiga Warna di Malang Tawarkan Gradasi Pemandangan Alam yang Memukau
Minyak bumi tersebut disalurkan ke tujuh perusahaan pelanggan di wilayah Minas, Kota Batak, Duri, Balam, Bangko, dan Dumai.