Upaya ini juga melanjutkan keberhasilan program serupa yang sebelumnya digelar ITDC.
Pada 2023, melalui pelatihan Dapur Sehat (DASHAT) di Desa Mertak, para ibu dibekali keterampilan mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi bagi balita rawan stunting.
Baca Juga: Sinergi Telkomsat dan Len Industri untuk Perkuat Pertahanan Nasional dengan Teknologi Satelit
Hasilnya, 6 dari 10 anak berhasil keluar dari status underweight.
Sementara itu pada 2024, di Desa Prabu, program PMT padat gizi yang berlangsung 56 hari, ditambah edukasi pola makan sehat dan demo masak bersama Chef Anton Sugiono, memberikan dampak positif pada 32 anak yang terdiri dari 10 wasting dan 22 stunting.
Dengan melanjutkan program ini di Desa Kuta, ITDC semakin memperkuat perannya dalam mengembangkan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata unggulan dunia yang berjalan beriringan dengan pembangunan sosial-ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Pertamina Siapkan Roadmap 2025–2029 untuk Wujudkan Swasembada Energi Nasional
“Kami meyakini bahwa pengembangan destinasi pariwisata harus berjalan selaras dengan pemberdayaan masyarakat lokal.
"Ke depan, ITDC akan mencoba memperluas program pencegahan stunting ini ke desa-desa sekitar The Mandalika agar manfaatnya menjangkau lebih banyak keluarga.
"Kami juga berkomitmen untuk terus mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam setiap inisiatif di kawasan The Mandalika,” tutup Zahir.***