Kabar BUMN – PT Sang Hyang Seri (SHS), produsen benih padi nasional di bawah naungan ID FOOD, turut berpartisipasi dalam Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional yang ke-X.
Kegiatan tersebut diselengarakan oleh Kementerian Pertanian RI dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Jakabaring Sport Center, Palembang pada 13-15 September 2025.
Hadir dalam acara ini antara lain para pemangku kepentingan sektor pertanian, mulai dari pengawas benih tanaman, dinas pertanian provinsi/kabupaten/kota, perbankan, produsen benih, akademisi, petani dan masyarakat.
Baca Juga: Pakai Motor, Bawa Misi: Lowongan Account Officer PT MUM Aceh Tenggara Dibuka
Tujuannya adalah memperkuat sistem perbenihan melalui promosi inovasi dan teknologi, serta mendorong penggunaan benih bersertifikat untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Sebagai pionir produsen benih padi nasional sejak 1971, PT Sang Hyang Seri menampilkan berbagai varietas unggul padi bersertifikat yang telah terbukti menghasilkan produktivitas tinggi serta tahan terhadap hama dan penyakit.
Tak hanya itu, varietas padi ini juga sesuai dengan karakteristik lahan di berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: Bukan Pasir Putih, Ini yang Bikin Pantai Kumala Jadi Buruan Anak Muda di Sukabumi
“Kami hadir di Gebyar Perbenihan ini untuk menegaskan kembali pentingnya penggunaan benih padi bersertifikat bagi petani Indonesia.
"Dengan benih bersertifikat, petani mendapatkan jaminan kualitas, produktivitas, dan kepastian hasil panen yang lebih optimal," ujar Ferry, Direktur Operasi dan Komersial PT Sang Hyang Seri.
SHS berkomitmen untuk terus menyediakan varietas unggul yang sesuai kebutuhan lapangan dengan menangkarkan benih di Sumatera Selatan untuk mendukung program mandiri benih disetiap daerah.
Ferry menambahkan, SHS memandang penggunaan benih bersertifikat bukan hanya sebagai kebutuhan teknis, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Melalui acara ini, kami ingin mengajak seluruh stakeholder mulai dari pemerintah, akademisi, hingga petani untuk bersama-sama memperluas penggunaan benih bersertifikat.