Salah satu inisiatif yang memegang peranan penting dalam transformasi tersebut adalah integrasi digitalisasi dalam monitoring operasional kebun, mulai dari pemantauan kesehatan tanaman, optimasi pemupukan, hingga pelacakan hasil panen secara real-time.
Baca Juga: Mitos atau Fakta: Makan Malam Bisa Bikin Gendut? Ini Penjelasannya
"Insiatif digitalisasi yang kita manfaatkan salah satunya adalah D'Farming. Sebuah siste, yang memungkinkan analisis data yang lebih akurat untuk pengambilan keputusan yang tepat, termasuk evaluasi-evaluasi perbaikan ke depannya," jelas Amrizal.
Selain itu, komitmen terhadap prinsip perkebunan sawit lestari dan berkelanjutan turut menjadi pilar utama, terutama melalui strategi peremajaan yang terencana untuk menjaga produktivitas jangka panjang tanpa perlu ekspansi lahan baru, sejalan dengan prinsip-prinsip sustainability.
"Data produksi yang detail hingga level tahun tanam ini adalah bukti nyata manfaat dari digitalisasi yang kami galakkan.
Baca Juga: Tanam 220 Bibit Pohon Alpukat, WIKA Sulap Lahan Bekas Proyek Jadi Penyerap 4,84 ton Karbon Dioksida
"Hal ini memungkinkan kami untuk melakukan intervensi yang presisi, baik dalam perawatan tanaman produktif maupun percepatan peremajaan areal," ujarnya.
Amrizal turut menjelaskan bahwa sustainability adalah kunci masa depan.
"Luas areal TTAD di AMO II yang signifikan menunjukkan komitmen kami dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan usaha.
Baca Juga: Pertamina Lubricants Perkuat Sinergi Vokasi dan Industri Lewat Enduro Skill Contest 2025
"Kami tidak hanya mengejar target produksi jangka pendek, tetapi juga memastikan bahwa kebun kita tetap produktif dan ramah lingkungan untuk generasi mendatang," katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa setiap hektar yang dikelola adalah tanggung jawab pihaknya untuk membuatnya berkelanjutan.
Dengan fondasi luas areal yang kuat, didukung transformasi digital dan komitmen berkelanjutan, AMO Grup diproyeksikan terus meningkatkan kinerjanya dan memberikan kontribusi signifikan bagi PTPN IV, terutama dalam komitmennya mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
Baca Juga: Kuliner Khas Osing, Banyuwangi, Agak Berbeda dengan Kuliner Jawa Kebanyakan
Berdasarkan data yang dirangkum, Air Molek Group mengelola lebih dari 5.200 hektare perkebunan sawit, dengan sebagian besar.