Kabar BUMN - Hari ini, PT Sang Hyang Seri menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kampus UGM, Yogyakarta.
Perjanjian ini mencakup Pemanfaatan Lisensi Benih Padi Inbrida, Penelitian, Pengembangan dan Pelepasan Varietas Baru, serta Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Padi.
Bagi PT Sang Hyang Seri, kolaborasi dengan UGM merupakan langkah strategis dalam memperkuat inovasi dan penguasaan teknologi perbenihan padi nasional.
Baca Juga: Stone Park Turunan, Menjejak Awan dari Perbukitan Gunungkidul
Melalui kerja sama ini, hasil-hasil riset dan inovasi UGM akan bersinergi dengan pengalaman panjang serta kapasitas produksi PT Sang Hyang Seri dalam industri perbenihan.
Dengan demikian, benih padi unggul dapat lebih cepat diperbanyak, disertifikasi, dan dimanfaatkan oleh petani di seluruh Indonesia.
Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Adhi Cahyono Nugroho, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan momentum penting dalam sejarah perbenihan Indonesia.
Baca Juga: Krakatau Steel di Persimpangan Strategis, Menyalakan Kembali Api Baja untuk 2025
“Kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada adalah wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan industri.
"PT Sang Hyang Seri berkomitmen menjembatani hasil riset unggulan kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan," ujarnya.
Dengan dukungan keilmuan UGM dan pengalaman panjang kami dalam industri benih, lanjut Adhi, pihaknya ingin memastikan varietas-varietas padi unggul dapat diproduksi secara masif, tersertifikasi, dan dinikmati oleh petani di seluruh pelosok negeri.
"Inilah bagian dari tanggung jawab kami sebagai BUMN pangan untuk menghadirkan benih berkualitas untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” jelasnya.
Pihak UGM menegaskan bahwa kerja sama ini selaras dengan misi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional melalui riset dan inovasi yang aplikatif.