Keikutsertaan ini membuka peluang kerja sama dengan buyer dari Jepang, Australia, hingga Malaysia.
Baca Juga: Bank Mandiri Torehkan Kinerja Gemilang Kuartal II 2025, Perkuat Peran dalam Pertumbuhan Nasional
Bahkan, buyer asal Malaysia telah memesan sarung tenun dengan nilai mencapai US$ 50 ribu.
“Tenun bukan sekadar kain, tetapi warisan budaya yang harus terus dikembangkan agar tetap relevan dengan zaman.
"Kami ingin anak muda melihat tenun sebagai bagian dari masa depan,” tutur Nur.
Baca Juga: Terbang Pakai Lion Group? Ini Panduan Bawa Power Bank dan Baterai Lithium
Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Ariffianto, menyebut keberhasilan Kainnesia menjadi gambaran nyata tujuan Pertapreneur Aggregator.
“Semakin banyak UMKM aggregator, makin banyak pula UMKM yang bisa naik kelas, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
"Kami berharap UMKM binaan Kainnesia dapat menjadi tentakel ekonomi yang menciptakan value lebih besar,” pungkas Rudi.***