Peran strategis tersebut menjadikan InJourney sebagai agen yang dapat memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan juga masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Negara-Negara Eropa yang Rawan Copet! Hati-Hati Kalo ke Sini
Sustainability menjadi salah satu pilar transformasi InJourney.
Sejalan dengan tren global, InJourney juga menjadikan ESG (environmental, social, governance) sebagai pondasi strategis.
Upaya-upaya keberlanjutan telah diterapkan di berbagai lini bisnis InJourney mulai dari destinasi pariwisata di bawah pengelolaan InJourney, bandara, hospitality, hingga sektor ritel.
Baca Juga: Menjaga Kedaulatan Digital, PERURI Perkuat Pilar Ekosistem AI Berkelanjutan
“Kami meyakini bahwa sustainability tourism merupakan masa depan. InJourney kini sudah berada pada jalur untuk menuju ke sustainability tourism, melalui pengembangan kompleks-kompleks pariwisata yang terintegrasi dan berkesinambungan,” tambah Maya Watono.
Pilar transformasi lain yang tak kalah penting adalah teknologi. Penggunaan teknologi terbukti telah membantu menciptakan sistem yang lebih efisien sehingga memberikan dampak yang positif pada sisi layanan.
Salah satunya penggunaan teknologi yang sudah dirasakan manfaatnya adalah penggunaan artificial intelligence (AI) dan data driven operations.
“Kami menggunakan AI untuk memprediksi ketepatan waktu penerbangan. Dengan predictive operation, on-time performance meningkat,” kata Maya Watono.
Rangkaian transformasi yang dilaksanakan oleh InJourney telah memberikan hasil nyata. Pada sektor kebandarudaraan, InJourney telah melakukan transformasi bandara yang telah memberikan hasil nyata.
Salah satu contohnya adalah transformasi di Bandara Soekarno Hatta, yang berhasil meningkatkan kapasitas dari 56 juta penumpang menjadi 66 juta melalui rezoning Terminal 1,2, dan 3.
Baca Juga: Rekomendasi Oleh-oleh yang Wajib Dibawa Pulang Usai Liburan di Korea Selatan
“Efisiensinya setara Rp14 triliun bagi negara,” kata Maya Watono.