Kabar BUMN - Dalam upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional, PERURI menjalin kolaborasi strategis dengan Kementerian Ekonomi Kreatif RI melalui penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) yang digelar di Gedung Subono Mantofani, Kantor PERURI Jakarta, Jumat (19/9).
Langkah ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap empat target Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yaitu kontribusi terhadap PDB, peningkatan ekspor, investasi, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas di sektor ekonomi kreatif.
Kolaborasi tersebut difokuskan pada akselerasi digitalisasi dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).
Baca Juga: Perkuat Digitalisasi Koperasi, Telkom Kenalkan Platform Digital untuk Sukseskan Program KDMP
Dengan sinergi ini, karya kreatif anak bangsa tidak hanya diharapkan memiliki nilai tambah ekonomi, tetapi juga terlindungi secara hukum sekaligus mampu bersaing di pasar global.
Selain itu, kerja sama akan mendorong digitalisasi pemasaran produk kreatif dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia kedua pihak sebagai fondasi keberlanjutan industri kreatif Indonesia.
Direktur Utama PERURI, Dwina Septiani Wijaya, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi digital ekraf.
Baca Juga: Jasa Marga Tempati Peringkat ke-47 Fortune Indonesia 100 Tahun 2025
“Sebagai BUMN, PERURI senantiasa berkomitmen mendukung program pemerintah, termasuk dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.
"Seiring dengan transformasi kami menjadi perusahaan teknologi high security dengan layanan digital yang andal, PERURI siap memberikan dukungan melalui digitalisasi yang aman, efisien, dan terpercaya,” jelasnya.
Sejak 2023, PERURI memang telah bertransformasi menjadi perusahaan teknologi high security dan dipercaya sebagai penyelenggara GovTech Indonesia.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Makan yang Dimiliki Selebriti Korea Selatan
Perannya semakin vital dalam menghadirkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam administrasi pemerintahan serta layanan publik.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai kerja sama ini akan mempercepat pertumbuhan industri kreatif sekaligus membuka peluang kerja baru.