Di bidang keselamatan kerja, PDC kembali mempertahankan Total Recordable Incident Rate (TRIR) di level 0,00, sama seperti tahun 2024.
Baca Juga: PHE Perkuat Ketahanan Energi, Cari Potensi Migas Baru di Cekungan Manui
Hal ini mencerminkan budaya kerja yang berfokus pada keselamatan tetap terjaga di seluruh lini operasi.
Peningkatan juga terlihat dari kualitas layanan, dengan indeks kepuasan pelanggan mencapai 4,25 poin pada semester I 2025, naik dari 4,04 poin tahun sebelumnya.
Kesiapan aset operasional turut meningkat menjadi 95,90 persen, lebih tinggi dari realisasi 2024 yang sebesar 93,74 persen.
Baca Juga: WIKA Catat Kontrak Baru Rp5,24 Triliun Hingga Agustus 2025
Dari sisi keberlanjutan, PDC berhasil menekan emisi karbon sebesar 41,03 ton CO₂eq melalui berbagai inisiatif, seperti penggunaan mobil listrik dan lampu hemat energi.
Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap penghematan energi dan transisi menuju energi bersih.
Berbagai pencapaian tersebut turut diakui lewat sederet penghargaan bergengsi hingga pertengahan 2025, di antaranya TOP GRC 2025 #STAR 5, dua penghargaan Gold di ajang TJSL & CSR Award 2025, TOP CSR Award 2025 #STAR 4, serta dua penghargaan dari World Safety Organization (WSO) Indonesia Safety Culture Award (WISCA) 2025 Gold Level 4 dan Concerned CEO Top Leadership.
Baca Juga: Salurkan Ratusan Buku untuk 40 PAUD, Pertamina Hulu Sanga Sanga Perkuat Gerakan Literasi Sejak Dini
Corporate Secretary PDC, Ani Aryani, menegaskan bahwa konsistensi capaian perusahaan di paruh pertama 2025 menjadi bukti kontribusi nyata PDC terhadap ketahanan energi nasional.
“Kami berhasil menjaga kualitas layanan, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta memperkuat komitmen pada aspek keberlanjutan,” ujar Ani.
Menatap semester II 2025, PDC bertekad memperkuat sinergi, mengoptimalkan utilisasi aset, dan menjajaki peluang strategis guna memperluas portofolio bisnis.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Pontastic Deal Telkomsel Hadir Lagi 22–26 September 2025
“Kami optimistis menghadapi paruh kedua tahun ini dengan semangat baru.