Program Green Air Conservation: After Burner Preservation difokuskan pada unit liquid burner yang terdapat di tujuh platform Peciko.
Baca Juga: Tiket Kereta Api Rp 80.000? Ini Cara dan Syarat Mendapatkannya
Seiring penghentian metode liquid burning, peralatan burner yang selama ini terpasang di Offshore Platform Peciko kini tidak lagi dibutuhkan.
Agar tetap aman dan terkelola dengan baik, PHM memprioritaskan kegiatan preservasi, yaitu melepas dan mengamankan peralatan burner dari struktur platform.
Pekerjaan ini merupakan proses kompleks yang menuntut perencanaan strategis serta koordinasi terintegrasi lintas fungsi, melibatkan tim Produksi, Perawatan, Logistik, Konstruksi, hingga Well Intervention.
Pada tahun 2025, langkah perdana implementasi program dilakukan di platform MWP-B, menandai dimulainya kegiatan preservasi sebagai komitmen nyata Perusahaan dalam mengelola aset secara lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, PHM menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan operasi sekaligus menerapkan praktik pengelolaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Dengan langkah strategis ini, PHM menegaskan perannya sebagai perusahaan energi yang berkomitmen mendukung target keberlanjutan produksi energi dari Wilayah Kerja (WK) Mahakam di Kalimantan Timur.
Baca Juga: Pertamina NRE Perkuat Transisi Energi dengan EBT dan Efisiensi Operasional
PHM meyakini, keberhasilan industri migas tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari kemampuan menjaga keselamatan kerja, membangun kepercayaan pemangku kepentingan, melestarikan lingkungan, serta mendukung pengembangan dan kemandirian masyarakat.***