rilis-bumn

Pertagas Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Pertanian Berkelanjutan

Rabu, 24 September 2025 | 14:30 WIB
ertagas dorong ketahanan pangan lewat program pertanian berkelanjutan di desa, memanfaatkan energi terbarukan hingga irigasi surya. (Dok. Pertagas)

Baca Juga: Kini Bayar QRIS Bisa dengan Kartu Kredit BRI di Super Apps BRImo

“Integrasi teknologi dengan kebutuhan lokal adalah contoh bagaimana pertanian dengan inovasi teknologi bisa mendorong produktivitas tanpa mengorbankan lingkungan,” jelas Sulthani.

Di Desa Permisan, warga diajak memanfaatkan pematang tambak udang sebagai lahan tanam sayuran melalui program Permisan Ciamik Jaya.

Warga kini bisa panen udang, nila, dan sayuran, yang sebagian hasilnya disalurkan untuk Posyandu. “Ketahanan pangan tidak hanya soal panen, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Sulthani.

Baca Juga: PERURI Kolaborasi dengan Kemendiktisaintek Perkenalkan Ijazah Digital untuk Perguruan Tinggi

Sumatera Selatan juga merasakan manfaat lewat program Pusaka Tirta di Desa Sidomulyo. Petani beralih menggunakan pupuk organik buatan sendiri dan sistem hidroponik.

Dengan teknik ini, hasil panen bisa meningkat hingga tiga kali dalam setahun sekaligus menjaga kesehatan tanah.

“Dengan beralih ke sistem organik, petani tidak hanya meningkatkan hasil, tetapi juga menjaga keberlanjutan tanah dan air bagi generasi mendatang,” ucap Sulthani.

Baca Juga: Minuman Herbal Tradisional dari Luar Pulau Jawa, Menghangatkan dan Menyehatkan

Program Bumi Reang di Indramayu hadir menjawab ancaman abrasi dan kekeringan. Geotube, penanaman mangrove, serta pemanfaatan energi surya untuk irigasi berhasil membantu petani menanam dua kali dalam setahun dengan hasil yang lebih baik.

“Adaptasi terhadap krisis iklim harus dilakukan sejak sekarang. Melalui Bumi Reang, kita melihat bagaimana perlindungan lahan bisa berjalan seiring dengan peningkatan pendapatan petani,” tutup Sulthani.

Dari Kalimantan hingga Sumatera, Pertagas menghadirkan inovasi mulai dari lahan organik hingga tambak terpadu. Program ini telah memberi manfaat bagi lebih dari 300 petani dan ribuan masyarakat desa.

Baca Juga: Pertamina Peringati Hari Bahasa Isyarat, Teguhkan Komitmen pada Inklusi dan Keberlanjutan

Upaya tersebut bukan hanya soal teknologi, melainkan memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka jalan menuju kemandirian ekonomi desa.

Sejalan dengan semangat Hari Tani Nasional, Pertagas berharap langkah kecil dari desa mampu menjadi bagian dari gerakan besar menuju kedaulatan pangan Indonesia. ***

Halaman:

Tags

Terkini