Kabar BUMN - Upaya kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga (PPN) dan badan usaha swasta dalam pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) mulai menunjukkan hasil nyata.
Sebagai tindak lanjut arahan pemerintah melalui Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) resmi menyepakati kerja sama business to business (b to b) dengan PPN.
Dari total 100 ribu barel (MB) kargo impor yang ditawarkan, Vivo menyerap 40 MB untuk memenuhi kebutuhan konsumennya.
Baca Juga: Masih Dibuka! Internship Front End Developer di Telkom Infrastruktur Surabaya
Kesepakatan ini dilakukan dengan prinsip niat baik, transparansi, serta penerapan good corporate governance, sehingga kedua pihak berkomitmen memastikan ketersediaan BBM, kelancaran distribusi energi, sekaligus pelayanan optimal bagi masyarakat.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan apresiasi atas langkah strategis tersebut.
“Kami menyambut baik semangat kolaborasi yang terjalin dengan Vivo.
Baca Juga: ASDP Perkuat Peran Penyeberangan untuk Dorong Pemerataan Ekonomi di Wilayah 3T
"Kebijakan ini bukan sekadar soal impor BBM, melainkan tentang bagaimana semua pihak bekerja sama memastikan energi tersedia dan masyarakat dapat terlayani dengan sangat baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Roberth menjelaskan bahwa mekanisme penyediaan pasokan kepada Vivo akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
“Harapan kami, dengan niat baik ini Vivo dapat berkolaborasi, dengan tetap menghormati aturan dan aspek kepatuhan yang berlaku di BUMN,” jelasnya.
Baca Juga: Bali Beach Hotel Raih Predikat Hotel MICE Terbaik di Indonesia pada TTG Travel Awards 2025
Sebagai tahapan lanjutan, kedua belah pihak akan melakukan uji kualitas dan kuantitas produk BBM dengan melibatkan surveyor yang telah disepakati bersama.
Roberth menegaskan, kerja sama dengan badan usaha swasta mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga ketahanan energi nasional.