rilis-bumn

Revitalisasi 7.800 Hektare Lahan Pertanian, Hutama Karya Fokus Perbaikan Irigasi di Aceh dan Bali

Sabtu, 27 September 2025 | 14:30 WIB
Dengan merehabilitasi 103 jaringan irigasi di Aceh dan Bali, Hutama Karya berkontribusi langsung dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selama ini kami hanya bisa panen dua kali setahun karena aliran air yang tidak stabil," ungkap I Made Sutrisna (49), petani dari Desa Pejeng, Kabupaten Gianyar.

Baca Juga: ITDC dan HICC Latih 60 UMKM Pedagang Pantai The Nusa Dua untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Wisata

"Dengan rehabilitasi jaringan irigasi ini, kami berharap bisa panen tiga kali dan pendapatan keluarga meningkat,” sambungnya.

Sementara di Aceh, rehabilitasi akan mencakup 15 kabupaten dengan luas total area layanan lebih dari 5 ribu hektare.

Jaringan irigasi di desa kami sudah rusak parah. Banyak saluran yang tersumbat dan bangunan pintu air yang tidak berfungsi.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga dan Vivo Sepakat Kolaborasi Pasokan BBM

"Kami sangat bersyukur ada program rehabilitasi ini karena akan membantu kami mendapatkan air yang cukup untuk sawah,” kata Teuku Mahmud (48), ketua kelompok tani di Desa Meunasah Pinto, Kabupaten Aceh Utara.

Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal hingga 80% untuk proyek di Bali dan kedua paket di Aceh sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Kami akan melakukan koordinasi intensif dengan kelompok tani setempat untuk memahami pola dan waktu tanam di masing-masing lokasi. Ini penting agar kami dapat menerapkan sistem buka-tutup aliran air irigasi yang tidak mengganggu aktivitas pertanian selama konstruksi,” imbuh Adjib.

Baca Juga: SIG Beri Pelatihan Public Speaking untuk 40 Pelaku UMK di Gresik, Tingkatkan Kemampuan Promosi di E-Commerce

Dalam rehabilitasi ini, ruang lingkup pekerjaan meliputi rehabilitasi saluran primer dan sekunder, perbaikan bangunan pengatur, pemasangan pintu air baru, serta penguatan struktur saluran dengan pasangan batu.

Total panjang saluran yang akan direhabilitasi mencapai lebih dari 160 kilometer.

Ketiga proyek ini merupakan implementasi Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2025 yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan mempercepat pencapaian swasembada pangan dimana seluruh proyek diharapkan selesai pada akhir tahun 2025.

Baca Juga: Gelar Doa Bersama, Pemkab Lombok Tengah dan ITDC Siap Sukseskan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025

Rehabilitasi jaringan irigasi bukan sekadar kegiatan perbaikan infrastruktur, melainkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Halaman:

Tags

Terkini