rilis-bumn

Kolaborasi ID FOOD dan SGN Serap Gula Petani Terus Digenjot, Kini Nilainya Sudah Tembus Rp1,75 Triliun

Minggu, 28 September 2025 | 19:45 WIB
Aktivitas industri gula ID FOOD. Hingga 28 September, ID FOOD bersama SGN dan pedagang serap 121.312 ton gula petani senilai Rp1,75 triliun.

Tahun ini, berdasarkan data neraca komoditas Badan Pangan Nasional (Bapanas), konsumsi gula nasional diperkirakan mencapai 2.841.928 ton, sementara produksi gula kristal putih (GKP) dalam negeri baru sekitar 2.589.073 ton.

Baca Juga: Rider Dunia Balapan di Sirkuit Pertamina Mandalika, Kamu Bisa Dapet Tiket Gratis Cuma dari Poin MyPertamina

Keterlibatan BUMN pangan melalui skema penyerapan dan distribusi diharapkan mampu menjaga stabilisasi stok dan harga, sehingga mempersempit kesenjangan antara produksi dan kebutuhan masyarakat,” ungkap Yosdian.

Lebih dari sekadar menjaga harga, ia menuturkan, upaya kolaboratif ini juga mendorong terciptanya rantai pasok gula yang lebih sehat dan berkelanjutan.

ID FOOD menegaskan akan terus memperkuat peranannya sebagai offtaker gula petani serta memperluas jaringan distribusi hingga ke ritel modern dan pasar tradisional.

Baca Juga: Kolaborasi PT Timah dan Masyarakat di World Clean Up Day: Bersihkan Taman Sari Sungailiat

Dengan langkah ini, ID FOOD tidak hanya hadir sebagai penyerap hasil panen, tetapi juga sebagai motor penggerak industri gula nasional melalui dukungan hulu hingga hilir.

"Sinergi BUMN pangan bersama petani, SGN, pedagang, dan stakeholder lainnya diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) Soemitro Samadikoen, pada kesempatan terspisah turut merespon upaya penyerapan gula petani.

Baca Juga: PLN Perkuat Pasokan Listrik Andal untuk Dukung Produksi PHR di WK Rokan

Ia menilai pola pelelangan mandiri seperti yang dijalankan ID FOOD bisa menjadi solusi.

Dengan sistem tersebut, distribusi gula lebih cepat sekaligus menjaga harga di tingkat petani.

Ia juga menanggapi perihal masih maraknya peredaran gula rafinasi di pasar gula konsumsi, sehingga dapat menghambat penyerapan.

Baca Juga: Info Magang BUMN 2025: PT Krakatau Semen Indonesia Buka Posisi IT Support, Terbuka untuk Mahasiswa & Fresh Graduate

Konsumsi gula kita masih tinggi, tapi pasar justru tercampur dengan gula rafinasi. Maka mekanisme pelelangan harus diperbaiki,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini