Kabar BUMN – PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Pertamina Patra Niaga menggandeng para petani di Denpasar Utara, Bali, untuk menghadapi tantangan alih fungsi lahan dan krisis air dengan inovasi energi terbarukan.
Kolaborasi ini diwujudkan lewat program Desa Energi Berdikari (DEB) Uma Palak Lestari, yang mengedepankan solusi penerapan teknologi irigasi modern berbasis tenaga surya dan mikrohidro.
Salah satu terobosannya adalah Sistem Suplai Energi Manajemen Irigasi Uma Palak (SIUMA).
Baca Juga: Wisata Grand Sayang Kaak Ciamis, Dari Ramai Jadi Lengang
Teknologi ini memanfaatkan sensor kelembaban tanah berbasis IoT yang terkoneksi langsung ke grup WhatsApp petani.
Dengan begitu, keputusan kapan harus melakukan irigasi bisa ditentukan secara real-time.
Energi yang digunakan pun ramah lingkungan karena berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan mikrohidro.
Baca Juga: Energizing Tamasya: Komitmen Pertamina Gas Bagi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini
Tak hanya soal irigasi, Pertamina juga menambahkan fasilitas penunjang lain seperti alat penggiling gabah bertenaga surya, kapasitas tambahan PLTS sebesar 6,6 kWp, serta baterai penyimpanan energi 20 kWh.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Todotua Pasaribu.
“Dengan adanya pertanian berkelanjutan yang memanfaatkan energi ramah lingkungan dan teknologi tepat guna, saya melihat program ini mendorong hilirisasi hasil pertanian. Tidak hanya tanam, tapi juga olah, kemas, dan jual, sehingga produk petani bernilai lebih tinggi,” ujar Todotua.
Baca Juga: Catatkan Transaksi Rp2 Miliar, Pertamina SMEXPO 2025 di Yogyakarta Serap Antusias Buyer Global
VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menambahkan bahwa Uma Palak Lestari merupakan bagian dari 176 DEB yang tersebar di seluruh Indonesia, di mana 106 di antaranya fokus pada ketahanan pangan.
“Program Uma Palak Lestari dirasakan manfaatnya oleh 408 warga, termasuk 24 petani perempuan. Mulai dari penyediaan energi terbarukan, penerapan teknologi, pelatihan pertanian organik, hingga peningkatan pendapatan melalui ekowisata,” jelas Fadjar.