Kabar BUMN – PT Pertamina (Persero) terus menunjukkan keseriusannya dalam mendukung kemandirian ekonomi sekaligus melahirkan sociopreneur melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Salah satu hasil nyata hadir dari binaan program Kompetisi Inovasi Generasi Muda PFmuda, yakni Agro Santara.
Lewat inovasinya, Agro Santara berhasil mengekspor 10,4 ton kayu manis premium ke Turki dengan nilai transaksi mencapai USD 53.040.
Baca Juga: Gokil! Ada Libur Panjang Seminggu di Tahun 2026, Ayo Rencanakan Liburanmu Sekarang
Bupati Kerinci yang diwakili Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci Osra Yandi, bangga atas pencapaian Agro Santara Indonesia yang telah memberdayakan para petani dan mendorong kemajuan perekonomian daerah.
“Kami sangat bangga anak muda dari Kerinci bisa mengangkat potensi daerah hingga ke kancah internasional. Agro Santara Indonesia tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Kerinci.
"Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung anak muda kreatif yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” jelas Osra dalam acara Pelepasan Ekspor Kayu Manis Agro Santara, Selasa (30/09/2025).
Baca Juga: AHY Tinjau Proyek Tol Padang–Sicincin, Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Sumbar
Agro Santara Indonesia lahir dari mimpi besar dua pemuda asal Kerinci, Rizqi dan Hafiz, yang ingin memperkenalkan kayu manis asal daerahnya ke pasar dunia.
Berbekal studi di Amerika dalam bidang Environment and Sustainability, kedua pendiri Agro Santara Indonesia ini mulai belajar dan memahami standar global untuk komoditas kayu manis.
Langkah awal yang dilakukan adalah menggandeng Kelompok Tani Sehati yang beranggotakan 20 petani di desanya.
Baca Juga: Telkomsat Siapkan Satelit untuk Topang Pemulihan Layanan di Wilayah Indonesia Timur
Lalu, mengembangkan praktik budidaya yang lebih berkelanjutan, mulai dari pembibitan, penanaman ulang, hingga inovasi penyimpanan karbon.
Selain itu, Agro Santara Indonesia juga menggunakan sistem blockchain traceability yang tertera di dalam QR Code kemasannya agar konsumen bisa melacak kualitas produk dari kebun hingga titik ekspor.