rilis-bumn

RDMP Balikpapan Capai Tahap Krusial, Unit Pendukung Kilang Siap Dorong Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 2 Oktober 2025 | 06:30 WIB
RDMP Balikpapan capai progres 96,5% dengan unit pendukung siap beroperasi. Proyek ini perkuat ketahanan energi, tingkatkan kapasitas kilang, dan dorong ekonomi nasional. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN – Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi salah satu langkah penting Pertamina melalui Kilang Pertamina Internasional (KPI) dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Kilang ini bukan hanya menambah kapasitas pengolahan, tetapi juga menghadirkan produk setara Euro 5 yang lebih ramah lingkungan.

"Saat ini, RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe memasuki fase krusial menuju tahap uji coba peralatan (commissioning) dan awal pengoperasian kilang (start-up)."

Baca Juga: Glapansari Jadi Destinasi Hits, Spot Alam Viral di Temanggung

"Tahap ini menjadi penentu keberhasilan proyek dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas bahan bakar minyak (BBM)," kata Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman.

Taufik menegaskan bahwa KPI melalui PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) terus menjaga aspek keselamatan dan kesiapan operasional. Hingga minggu keempat September 2025, proyek RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe mencatat progres 96,5%.

"Proyek ini erat kaitannya dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita, delapan program prioritas."

Baca Juga: PT Timah Hijaukan Pesisir dengan Mangrove, Warga Nilai Langkah Tepat Cegah Abrasi

"Proyek akan berkontribusi langsung dalam memperkuat ketahanan ekonomi, melalui peningkatan kapasitas kilang dan kemandirian pasokan energi," jelas Taufik.

Beberapa unit penting dalam proyek ini telah start up, seperti revamping pengolahan crude, fasilitas gas Senipah, tangki penyimpanan crude, Single Point Mooring (SPM) dan pipeline Lawe-Lawe, serta utilitas utama seperti Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO), cooling tower, Gas Turbine Generator (GTG), tangki penyimpanan feed RFCC, dan Main Control Room (MCR).

Keberadaan fasilitas ini telah meningkatkan efisiensi kilang, mengurangi konsumsi LPG, dan memperkuat infrastruktur energi nasional.

Baca Juga: Faktor Penyebab Munculnya Jerawat Saat Naik Pesawat dan Cara Mencegahnya

Selain itu, sejumlah pendukung lain juga siap beroperasi, mulai dari Gas Turbine Generator, Boiler, Cooling Water System, jalur pipa minyak mentah dari Terminal Lawe-Lawe, hingga flare system sebagai fasilitas pengaman.

"Baru-baru ini, KPI juga telah berhasil mengoperasikan unit baru Saturated LPG Treater. Unit ini berfungsi membersihkan LPG hasil proses kilang dari zat pengotor, terutama sulfur yang berbau dan bersifat korosif," kata Taufik.

Halaman:

Tags

Terkini