rilis-bumn

RDMP Balikpapan Capai Tahap Krusial, Unit Pendukung Kilang Siap Dorong Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 2 Oktober 2025 | 06:30 WIB
RDMP Balikpapan capai progres 96,5% dengan unit pendukung siap beroperasi. Proyek ini perkuat ketahanan energi, tingkatkan kapasitas kilang, dan dorong ekonomi nasional. (Dok. Pertamina)

RDMP Balikpapan menargetkan peningkatan kapasitas produksi LPG dari 48 ribu ton per tahun menjadi 384 ribu ton per tahun. Lonjakan sebesar 336 ribu ton per tahun ini diproyeksikan menekan impor LPG hingga 4,9%.

Baca Juga: Magang di PTPN I Regional 3: Kesempatan untuk Mahasiswa Perhotelan Tingkat Akhir

Unit lain yang akan segera beroperasi di Triwulan IV tahun ini adalah Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).

"Unit RFCC yang merupakan prioritas utama proyek RDMP Balikpapan ini akan menjadi salah satu simbol utama ketahanan energi nasional. Unit ini akan mampu mengubah residu menjadi produk bernilai tinggi dengan kapasitas 90 ribu barel per hari."

"Nantinya, unit RFCC ini akan menambah produk hasil pengilangan yaitu gasoline, LPG, dan bahan baku plastik propylene," jelas Taufik.

Baca Juga: Kebun Teh Panama: Liburan Asyik, Tiket Rp10 Ribu, Wahana Lengkap!

Pada Agustus 2025 lalu, tahap loading catalyst ke dalam hopper telah dilakukan sebagai persiapan sebelum unit RFCC pertama kali dijalankan.

Secara keseluruhan, proyek RDMP Balikpapan memiliki tiga target utama, yakni meningkatkan kapasitas kilang dari 260 ribu barel per hari (kbpd) menjadi 360 kbpd, menaikkan kualitas produk dari Euro 2 ke Euro 5, serta meningkatkan kompleksitas kilang untuk mendorong efisiensi operasional.

Kompleksitas ini naik dari indeks NCI 3,7 menjadi 8,0 yang menunjukkan kemampuan kilang mengolah crude berbagai kualitas menjadi produk bernilai tinggi.

Baca Juga: Raih Penghargaan Tertinggi, Pertagas Tambah Enam Prestasi di CSR PDB Award 2025

Selain memperkuat energi nasional, proyek ini juga memberi dampak besar pada ekonomi.

"Proyek ini memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional maupun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah, serta memberikan multiplier effects yang luar biasa, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru dan berbagai peluang usaha lainnya,” lanjutnya.

Pertumbuhan ekonomi lokal juga ikut terdorong. “Dampak positifnya terlihat dari penyerapan hingga 24.000 tenaga kerja pada puncak konstruksi. UMKM, warung-warung makan, laundry, kendaraan pengantaran, rumah kontrakan semuanya kebanjiran rezeki,” ungkap Taufik.

Baca Juga: KMILN Resmi Diluncurkan, Bank Mandiri Dorong Akselerasi Layanan Diaspora Melalui Livin’ by Mandiri

Ke depan, penyelesaian proyek ini diharapkan semakin memperkokoh kedaulatan energi nasional.

Halaman:

Tags

Terkini