rilis-bumn

Jejak Kepedulian PEP Rantau: Inklusi Difabel, Energi Hijau, dan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 2 Oktober 2025 | 10:30 WIB
PEP Rantau wujudkan inklusi difabel, energi hijau, ketahanan pangan, hingga pencegahan stunting di Aceh Tamiang melalui program CSR berkelanjutan. (Dok. PEP Rantau)

 

Kabar BUMN – Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang digerakkan Pertamina EP Rantau lahir dari kebutuhan warga serta visi dampak jangka panjang.

Melalui kajian social mapping, perusahaan memetakan potensi dan tantangan di wilayah kerja Kabupaten Aceh Tamiang.

Tantangan itu mencakup jumlah penyandang disabilitas yang cukup tinggi, ancaman banjir tahunan, hingga kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Baca Juga: 4 Kuliner di Pasar Johar, Semarang, Cita Rasa Khas Jawa Tengah yang Lezat

Berangkat dari kondisi tersebut, Pertamina EP (PEP) Rantau yang berada di bawah Pertamina Hulu Rokan Zona 1, menghadirkan Program PPM yang bukan sekadar menjawab persoalan, melainkan juga membangun kemandirian dan ketangguhan masyarakat.

“Kami ingin memberi ruang bagi kelompok rentan, termasuk difabel dan petani muda, untuk tumbuh mandiri dan ikut menjadi aktor perubahan.

Begitu juga untuk pengentasan stunting yang sejalan dengan program pemerintah” ujar Iwan Ridwan Faizal, Manager Community Involvement & Development (CID) Pertamina Hulu Rokan Regional 1.

Baca Juga: Lengkap! Informasi Magang Administrasi Planogram di Kimia Farma Apotek

Difabel Mandiri di Ekonomi dan Kebencanaan

Program Sinar Pelita (Sistem Inklusif dan Responsif Pelibatan Difabel dalam Tanggap Bencana) menjadi salah satu inovasi yang menonjol.

Lebih dari 30 penyandang disabilitas dilatih menjadi anggota SATGAS DIGDAYA (Difabel Siaga Tanggap Bencana dan Berdaya).

Baca Juga: Triwulan III 2025, KA Makassar–Parepare Tumbuh 10,89%

Mereka kini terampil membuat shelter darurat, mengoperasikan perahu evakuasi bertenaga surya, hingga memanfaatkan box energy untuk penyimpanan daya saat banjir. Inisiatif ini dijalankan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Tamiang.

Tak hanya itu, PEP Rantau juga mendukung berdirinya Café Ramah Difabel pertama di Aceh Tamiang yang dikelola tuna rungu, serta bengkel dan doorsmeer yang dijalankan difabel tuna daksa dengan teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Kehadiran program ini memberi dampak ganda: membuka sumber penghasilan sekaligus mengubah cara pandang masyarakat, bahwa difabel bukan penerima bantuan semata, melainkan penggerak ekonomi.

Halaman:

Tags

Terkini