Kabar BUMN - Lidah api yang meliuk anggun membentuk Pucuk Rebung, motif Buah Khaman yang eksotis berdampingan dengan lambang Kapak Beliung, hingga pola pompa migas yang gagah—semua hadir dalam kain batik penuh makna dari Sumatera.
Lebih dari sekadar keindahan visual, motif-motif ini menyimpan sejarah, harapan, sekaligus semangat baru.
Dalam momentum Hari Batik Nasional, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Sumatra Subholding Upstream Pertamina menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat terjalin dalam sehelai kain.
Baca Juga: Jembatan Pandansimo, Ikon Baru Jogja yang Siap Jadi Magnet Wisata
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PHR merayakan warisan budaya sekaligus memberdayakan masyarakat lewat tiga karya batik binaan: Batik Mandau (Zona Rokan), Batik Khaman (Zona 4), dan Batik Lapas (Zona 1) yang digarap oleh warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi.
Di PHR Zona Rokan, lahirlah Batik Mandau hasil kolaborasi dengan Politeknik Bengkalis.
Program ini mendukung kreativitas ibu-ibu PKK Kecamatan Mandau yang menghadirkan motif bernuansa Melayu, mulai dari pucuk rebung, bunga melati, daun duri, hingga bolu kemojo.
Baca Juga: Yuk, Ikut Magang Digital Marketing di Kimia Farma! Deadline Segera Tiba
Yang paling unik, terdapat motif lambang ‘Bermasa’ (Bermarwah, Maju, dan Sejahtera), yang menjadi tagline Kabupaten Bengkalis.
Melalui pendampingan PHR, kualitas produk meningkat, identitas budaya semakin dikenal, dan Batik Mandau kini tumbuh sebagai pusat kerajinan kreatif yang membanggakan daerah.
Di Zona 1, batik menjadi medium pemberdayaan warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi melalui kelompok Batik Kejora.
Baca Juga: Hingga Agustus 2025, BRI Catat Transaksi Rp1.145,22 Triliun Melalui 1 Juta AgenBRILink
Program ini lahir dari kepedulian terhadap masa depan para narapidana yang sering terhalang stigma sosial pasca-hukuman.
PHR menemukan potensi membatik di antara warga binaan, lalu mereplikasi program Batik Serumpun Berlian ke lapas tersebut.