rilis-bumn

Regional Indonesia Timur Pertamina Raih 3 Penghargaan Bergengsi di BISRA 2025

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 06:45 WIB
Regional Indonesia Timur Pertamina raih 3 penghargaan di BISRA 2025 berkat program CSR unggulan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN – Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina kembali menorehkan prestasi dengan memborong tiga penghargaan pada ajang Bisnis Indonesia Corporate Social Responsibility Award (BISRA) 2025.

Acara ini bertema “Transforming CSR Into Meaningful Impact During Uncertain Times” yang berlangsung Selasa (30/9).

Apresiasi ini diberikan atas komitmen perusahaan dalam mengembangkan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

Baca Juga: Memulai Urban Farming, Ketahui 5 Sayur yang Mudah Dirawat dan Cocok Ditanam di Pekarangan Rumah

Tercatat ada 105 perusahaan yang ikut serta dalam kompetisi ini, melalui tahapan seleksi dokumen dan presentasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 perusahaan di Indonesia berhasil meraih penghargaan, baik dari kategori BUMN, BUMD, anak perusahaan BUMN, maupun swasta.

Proses penjurian dilakukan oleh Riza Primahendra selaku Lead Consultant and Trainer for AMERTA Sustainability Management Specialist, serta Vivi Yulaswati yang menjabat Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas.

Baca Juga: Info Lowongan Magang BUMN dari Pertamina International Shipping, Ada Posisi untuk Mahasiswa dan Lulusan S1 Akuntansi

Adapun tiga penghargaan yang berhasil diraih Regional Indonesia Timur meliputi Pertamina EP Cepu Zona 12 dengan “Program Langit Biru” yang meraih Gold Champion.

Pertamina EP Donggi Matindok Field melalui “Program Kokolomboi Lestari” dengan predikat Gold Champion, serta Pertamina EP Sukowati Field lewat “Program Sahabat Pertamina” yang memperoleh Silver Champion.

Program Langit Biru Jambaran Tiung Biru sendiri menghadirkan metode pertanian Agrosilvopastura, yakni kombinasi antara pertanian, kehutanan, dan peternakan. Hasilnya, petani hutan berhasil memanen kurang lebih 5 ton semangka dengan nilai ekonomi yang mencapai Rp 30 juta.

Baca Juga: 4 Destinasi Wisata di Charoen Krung, Jalanan Tertua di Bangkok dengan Bangunan Bergaya Eropa

Sementara itu, Program Kokolomboi Lestari berfokus pada pemberdayaan masyarakat Adat Togong-Tanga dengan konsep Desa Konservasi berbasis Apikultur.

Budidaya lebah hutan yang dijalankan tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga membantu rehabilitasi hutan karena lebah berperan penting sebagai pollinator yang mendukung penyerbukan tanaman.

Halaman:

Tags

Terkini