Senada dengan hal tersebut, Editor Publisiana M. Taufiqurohman menegaskan pentingnya riset sebagai dasar dalam penulisan berita.
“Riset menjadi suatu hal yang penting dalam penulisan berita, di mana riset akan memberikan pemahaman kepada kita tentang duduk soal sebuah kejadian dan konteks kejadian tersebut.
Baca Juga: PLN Mobile Bagi-Bagi Hadiah, dari Sepeda Listrik hingga Voucher Listrik Rp1 Juta
"Hasil riset juga dapat mengefisienkan cara kerja wartawan karena memberikan informasi awal yang diperlukan,” ujarnya.
Adapun Trainer Publisiana Nanang Djunaedi menambahkan bahwa meskipun AI memiliki beragam fungsi, teknologi ini tetap tidak dapat menggantikan peran manusia sepenuhnya.
“Memang benar AI dapat membantu jurnalis dalam mengolah data, memberikan alternatif lead, atau membantu editing, meskipun demikian, AI tidak bisa merasakan human interest di lapangan, di mana hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh wartawan.
Baca Juga: PTPN IV Regional III Cetak Juara Baru, Petenis Binaannya Bersinar di Ajang Nasional
"Wartawan harus memastikan bahwa tulisan yang dibuat memiliki nilai tambah manusia yang tidak bisa digantikan oleh mesin.
"Jika AI digunakan, kita harus dapat memastikan bahwa masih terdapat sentuhan manusia dalam tulisan yang dihasilkan oleh AI tersebut,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Telkom berharap pelatihan tersebut dapat menjadi langkah konkret dalam mendukung implementasi Artificial Intelligence (AI) di dunia jurnalistik Indonesia.
Baca Juga: Pantai Dreamland di Pecatu, Destinasi Eksotis dengan Tebing dan Ombak Menawan
Dengan pemanfaatan AI dan teknologi digital lainnya, para jurnalis diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kualitas berita yang lebih akurat, kredibel, dan relevan bagi masyarakat.***