rilis-bumn

Electricity Connect 2025: Kolaborasi Global Menuju Kedaulatan Energi Nasional

Kamis, 9 Oktober 2025 | 15:00 WIB
Prosesi launching Electricity Connect 2025 di Jakarta, Selasa (7/10) (Dok. PLN)

Kabar BUMN — Forum internasional di bidang ketenagalistrikan, Electricity Connect 2025, resmi diluncurkan dan akan diselenggarakan pada 19–21 November 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) ini mengangkat tema “Strengthening Energy Resilience, Powering Sovereignty”.

Ajang ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi strategis antara regulator, pelaku industri, serta inovator dalam memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju sistem energi berkelanjutan.

Baca Juga: Jejak Energi dan Asa Anak Negeri: Kolaborasi PHR Zona 4 dan Politeknik Akamigas Palembang Ciptakan Generasi Tangguh

Sebagai bagian dari peringatan Hari Listrik Nasional ke-80, Electricity Connect 2025 akan menampilkan berbagai forum diskusi, pameran teknologi, hingga peluang investasi lintas sektor ketenagalistrikan.

Seluruh rantai nilai ketenagalistrikan akan terlibat, mulai dari pembangkit, transmisi, distribusi, hingga digitalisasi sistem energi modern.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar, menekankan pentingnya peran sektor listrik sebagai penggerak utama perekonomian sekaligus pilar kemandirian nasional di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan perkembangan teknologi.

Baca Juga: Malam Halloween di Tengah Perkebunan Teh: Serunya Intimate Party di Goalpara Tea Park Sukabumi

“Saya percaya Electricity Connect 2025 akan menjadi forum yang sangat berharga bagi kita semua."

"Dari sini diharapkan akan hadir ide-ide, pengalaman, dan kolaborasi yang membawa Indonesia semakin dekat pada cita-cita bangsa Indonesia, yaitu yang berdaulat energi, tangguh dalam menghadapi tantangan global," ujarnya dalam peluncuran forum tersebut di Jakarta, Selasa (7/10).

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan roadmap transisi energi melalui Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).

Baca Juga: BSI Meriahkan ISEF 2025, Hadirkan Layanan dan Promo Keuangan Syariah untuk Semua Generasi

Target yang ingin dicapai adalah peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 21% pada 2030, naik menjadi 41% pada 2040, dan mencapai 74% pada 2060.

“Transisi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi, tetapi juga tentang mewujudkan ketahanan dan kedaulatan bangsa. Ketahanan berarti memastikan pasokan listrik yang cukup dan andal."

Halaman:

Tags

Terkini